TERBARU

10/recent/ticker-posts

Banyak Alim Ulama jadi Korban Kekejaman Sejak Dulu

 

Sumber gambar: Ayosemarang.com
Keterangan: Syekh Ali Jaber


Adi Ingin Berbagi - Penusukan Syekh Ali Jaber saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung, Lampung oleh seorang pemuda bernama Alfin Andrian pada Minggu, 13 September 2020 membuat banyak WNI merasa heran mengapa hanya para Ulama yang diserang dan para pelaku selalu diklaim menderita gangguan jiwa.

Misalnya, si penusuk alim Ulama tersebut dianggap mengalami gangguan jiwa selama 4 tahun sejak ibunya menjadi TKW dan menikah lagi.

Dikutip dari Detik.com (14/9), sebelum Syekh Ali Jaber ditusuk, sekitar dua tahun lalu terjadi penganiayaan terhadap dua Ulama di Bandung.

1. KH. Umar Basri (pengasuh Ponpes al-Hidayah di Cicalengka, Bandung) dianiaya Asep Ukin saat beliau ada di Masjid al-Hidayah, Cicalengka setelah shalat Subuh pada Sabtu, 27 Januari 2018.

Tidak kurang dari lima jam, pelaku ditangkap di Musholah al-Mufathalah yang bejarak sekitar 2 km dari tempat kejadian.

Minggu, 12 Agustus 2018, sang Kyai wafat di RS AMC Cileunyi, Bandung setelah sakit empat hari.

2. Ustadz Prawoto (Komandan Brigade Persatuan Islam) dipukul oleh tetangganya, Asep Maftuh dengan pipa besi pada 1 Februari 2018 di Kecamatan Bandung Kulon, kota Bandung.

Pemukulan tersebut membuat ustadz wafat dan pelaku dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Asep Maftuh terbukti tidaklah sakit jiwa.

Kejadian-kejadian tersebut tentu dimanfaatkan oleh orang-orang untuk memperkeruh suasana dengan melemparkan tuduhan.


Sumber gambar: Screenshot dari Twitter
Keterangan: Akun memperkeruh suasana


Ada juga orang yang bilang bahwa hanya di era Komunisme, para alim Ulama dianiaya dan dibunuh.

Pertanyaanya adalah benarkah ucapan mereka?

Sebenarnya, jauh sebelum Komunisme menjajah dan membunuh jutaan orang di seluruh dunia, sejak dulu, para alim Ulama menjadi korban kekejaman para penguasa.

Misalnya:

1. Banyak Ulama dibunuh atas perintah Hajjaj bin Yusuf era Umayyah berkuasa

2. Karena menolak menjadi hakim, Imam Abu Hanifah dicambuk dan dipenjara hingga wafat atas perintah Khalifah Abu Ja'far al-Manshur (memerintah 754-775)

3. Karena menolak kitabnya al-Muwattha' menjadi panduan resmi negara, Imam Malik ditangkap dan dicambuk atas perintah Khalifah al-Manshur

4. Sufyan ats-Tsauri dan Abbad bin Katsir dipenjara atas perintah Khalifah al-Manshur

5. Para Ulama yang tidak mengakui Alquran sebagai makhluk mengalami penyiksaan, dipenjara dan pembunuhan atas perintah Khalifah al-Makmun (memerintah 813-833), al-Mu'tashim Billah (memerintah 833-841), dan al-Warsiq (memerintah 842-847).

6. Atas perintah Raja Amangkurat I (memerintah 1645-1677) di Jogjakarta sekitar enam ribu Ulama dan keluarga mereka dibantai sengan tuduhan makar

Seperti para Nabi yaitu Nabi Zakaria dan Yahya عليهم سلم yang dibunuh, begitu juga para alim Ulama jadi korban kekejaman para penguasa.

Di masa kekerajaan seperti Umayyah (661-750), Abbasiyah (750-1258) dan Kesultanan Mataram (1587-1755) bahkan era modern, para alim Ulama diserang dan dibunuh oleh warga sipil juga.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai dan membela para alim Ulama karena Allah dan Rasul-Nya.

Sumber Pustaka:

✍️ Hosen, Nadirsyah.2018.Islam Yes, Khilafah No! Jilid 2: Dinasti Abbasiyah, Tragedi, dan Munculnya Khawarij Zaman Now. Yogyakarta. Suka Press.

Baca juga:

👉 Jasa para Ulama terhadap Kemerdekaan Indonesia

👉 Sejauh Mana Kamu Kenal Indonesia?

👉 Bagaimana Islam Masuk ke Hongaria?

👉 Pandangan Islam terhadap Malpraktek

👉 Benarkah Rasulullah Wafat Diracun?

👉 Peristiwa Penting Apa yang Terjadi di Bulan Rajab?

👉 Daftar Website Islam Terpercaya

👉 Perang Aceh

👉 Kronologis Perang Dunia II

👉 Pertempuran Ain Jalut

Posting Komentar

0 Komentar