Thursday, 10 April 2014

Mereka Memperebutkan Indonesia


Pasca berakhirnya Perang Dunia II (1937-1945) dengan Sekutu sebagai pemenang dan sejarah dunia pun berubah drastis setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet melenggang menjadi negara super power.

Amerika Serikat berpaham liberal memimpin Blok Barat dan Blok Timur dipimpin Uni Soviet berpaham Komunis. Ketakutan negara-negara dunia terjadi karena Perang Dingin (1945-1991) yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi Perang Dunia III, Perang Nuklir.

Bapak Sukarno pun tak tinggal diam. Beliau pun mengadakan Non Blok dengan anggota semua negara di dunia yang bukan anggota Blok Barat dan Blok Timur. Karena pengaruhnya yang besar membuat Uni Soviet dan AS memperhitungkan dan segan pada Indonesia. Agar Indonesia menjadi sekutu Uni Soviet, Uni Soviet pun memperbaiki makam Imam Bukhari, ahli hadits dan Masjid Biru yang tak terawat pun diurus sehingga lebih dikenal sebagai Masjid Sukarno. Umat Islam di Uni Soviet pun kagum pada Bapak Sukarno dan Indonesia.

Mengetahui hal ini membuat AS yang dipimpin oleh John Kennedy (Orang Katolik pertama yang jadi presiden AS) membantu Indonesia untuk mendapatkan Papua (dulu, Irian Jaya) dari tangan Belanda. Karena Belanda membutuhkan dana dari AS akibat Perang Dunia II, Belanda pun terpaksa melepas Papua dan andai Belanda mengetahui bahwa di Papua terdapat Gunung Mas bernama Tembagapura maka pasti Belanda tak memerlukan bantuan dari AS.

Belanda hengkang dari Papua dan John Kennedy dianggap sebagai penghalang utama maka dia ditembak seseorang. Hal ini karena dia pro Indonesia dan Freeport pun berhasil mengeksploitasi Gunung Emas di Papua pada awal pemerintahan Orde Baru (1966-1998) atas jasa Mafia Berkeley, para ekonom laknat.

Setelah Uni Soviet gagal menaklukan Afghanistan maka Uni Soviet pun runtuh pada 1991 membuat AS melenggang menjadi negara negara terkuat di dunia. Namun, AS kembali terhenyak saat Rusia (eks Uni Soviet) bangkit bersama Kuba, Korea Utara dan Cina yang masih berpaham Komunis. Meski pangkalan militer AS ada di lebih dari 150 negara, AS tetap memperhitungkan Indonesia dan Rusia. Jika Indonesia menasionalisasi semua perusahaan tambang asing dan SDA dikelola sendiri maka Indonesia pun menjelma menjadi negara raksasa yang siap menggeser kedudukan AS. Hal ini tak akan disukai negara-negara kapitalis. Meski Cina mempunyai ekonomi terkuat ke-2 setelah AS, Jepang sebagai negara maju pertama di Asia, AS sebagai negara yang mempunyai militer terkuat di dunia dengan pangkalan militer terbanyak, Australia sadar bahwa hanya ada 1 ancaman paling berbahaya yaitu dari utara, Indonesia dan semua negara berlomba-lomba menjadi sahabat dan menyebarkan pengaruhnya ke Indonesia termasuk Arab Saudi yang mengekspor Wahabi ke negara ini.

Sayangnya, Arab Saudi lebih suka mengekspor Wahabi daripada produk buatannya ke Indonesia padahal Wahabi adalah paham radikal yang menghancurkan negara-negara yang mayoritas Muslim dan menjadi duri di tubuh Umat Islam.

Indonesia mempunyai belasan ribu pulau menyebabkan Indonesia disebut sebagai negara yang mempunyai pulau terbanyak di dunia. Spanyol, Portugis, Belanda, Perancis, Inggris dan Jepang pernah menjajah negeri ini dan Indonesia berhasil mengusir Jepang. Penjajahan membuat Indonesia menjadi negara bermental baja dan tahan banting.

Selama ratusan tahun hingga kini, Indonesia selalu menjadi negara yang diperebutkan negara-negara lain. Andai Indonesia mengelola sumber daya alam sendiri pasti Indonesia menjadi negara raksasa yang mampu menggeser kedudukan Amerika Serikat.

Indonesia adalah negara bagi ratusan juta orang di dunia. Indonesia adalah negara kami hingga kami tiada.

Sekian yang dapat ditulis oleh saya. Semoga bermanfaat :-)
menarik, bermanfaat

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Anda mengirim kritik, saran, atau pertanyaan ke :

* Nomor ponsel saya : 085716860717 dan 083824096980
*E-mail saya : Adiselamet01@gmail.com
*Akun facebook saya : Facebook.com/ayakinbisa

Syarat dan ketentuan berkomentar :
1. Dilarang menghina siapa pun
2. Dilarang berkomentar sampah. Contoh : Promosi produk
3. Jangan menggunakan link hidup
Maaf bila saya belum bisa membalas komentar atau mengunjungi situs Anda. Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di blog sederhana ini. Salam untuk Anda...