Saturday, 12 April 2014

Libya, Dulu dan Kini




          Nama Libya berasal dari "Lebu" dalam Bahasa Mesir Kuno sebutan bagi orang-orang Berber (disebut juga sebagai orang-orang Moor oleh Spanyol) yang tinggal di sebelah barat Sungai Nil, dan diserap oleh Bahasa Yunani sebagai "Libya". Pada zaman Yunani Kuno, istilah ini memiliki arti yang lebih luas, mencakup seluruh Afrika Utara di sebelah barat Mesir dan kadang ditunjukkan untuk seluruh Benua Afrika. Seluruh Afrika Utara dan Andalusia (Spanyol dan Portugis) ditaklukkan oleh Kekhalifahan Bani Umayyah Kekhalifahan Utsmaniyah (661-750 Masehi) yang beribukota di Damaskus (Ibukota Suriah, sekarang).
          Pada masa pemerintahan Khalifah Sulaiman al Qanuni (1520-1566 Masehi), seluruh Afrika Utara berada dalam naungan Kekhalifahan Utsmaniyah (1299-1923 Masehi) yang beribukota di Istanbul atas jasa Khairuddin Barbarossa. Pada tahun 1911 Masehi, beberapa kapal perang dari Kerajaan Italia berlabuh di Pantai Tripoli. Italia meminta agar Kekhalifahan Utsmaniyah menyerahkan Libya. Permintaan ini ditolak dengan tegas karena dianggap penghinaan oleh Kekhalifahan Utsmaniyah dan seluruh rakyat Libya. Dengan biadap, Italia pun menghancurkan  Kota Tripoli dengan bom selama 3 hari 3 malam melalui pesawat-pesawat penghancur. Maka perang antara Kerajaan Italia dan  Kekhalifahan Utsmaniyah  terjadi pada 29 September 1911 sampai 18 Oktober 1912. Perang ini mengerahkan 100 ribu pasukan Kerajaan Italia dan 28 ribu pasukan Kekhalifahan Utsmaniyah yang dimenangkan oleh Kerajaan Italia yang menyebabkan 14 ribu pasukan dari Kekhalifahan Utsmaniyah dan 3380 pasukan dari Kerajaan Italia tewas. Perang ini adalah perang pertama di dunia karena Kerajaan Italia menggunakan pesawat-pesawat pelempar bom. Kerajaan Italia merebut Libya, Pulau Rodos dan Kepulauan Dodecanese dekat Anatolia dari Kekhalifahan Utsmaniyah.
          Pada 18 Oktober 1912, perjanjian damai antara Kekhalifahan Utsmaniyah dan Kerajaan Italia berlangsung di Kota Lausanne, Switzerland yang ditolak oleh seluruh rakyat Libya, pasukan Kekhalifahan Utsmaniyah dan para ulama. 3 sebab utama Kekhalifahan Utsmaniyah dikalahkan oleh Kerajaan Italia karena Kerajaan Italia menggunakan pesawat penghancur, terjadinya Perang Balkan dan Kekhalifahan Utsmaniyah telah lemah. Seorang ulama Sufi dan pengikut tarekat Sanusiyah yang bernama Umar Mukhtar dan para ulama lainnya memimpin rakyat Libya bersama pasukan Kekhalifahan Utsmaniyah melawan Kerajaan Italia di Libya sampai terusirnya Italia dari Libya setelah Italia dikalahkan oleh Sekutu dalam Perang Dunia II (1937-1945).
          10 Februari 1947, Libya merdeka dari Italia di bawah pengawasan perwalian PBB dan pada 24 Desember 1951, Libya dipimpin oleh Idris I sebagai raja namun dikudeta oleh Muammar al Qaddafi (7/6/1942-20/10/2011) tanpa tumpahan darah. Semenjak Libya dipimpin oleh Muammar al Qaddafi, semua sumber daya alam dikelola oleh Negara Libya yang membuat Amerika Serikat dan Eropa berang dan sering menyerang Libya. Pada Februari 1980, Amerika Serikat menutup kedutaannya di Tripoli, ibukota Libya. Januari 1986, Ronald Reagan (Presiden Amerika Serikat) memerintahkan penghentian dagang dan ekonomi dengan Libya. Kemudian, aset-aset Libya dibekukan di Amerika Serikat.
          Pada April 1986, pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat memborbardir Tripoli, Benghazi dan rumah Muammar al Qaddafi yang menewaskan 15 orang termasuk putri Qaddafi yang masih kanak-kanak. Meski Libya yang dipimpin oleh Muammar al Qaddafi dimusuhi oleh Eropa dan Amerika Serikat, tapi 1.7 juta dari 6.670.688 juta penduduk Libya adalah pelajar (sensus 2006) karena pendidikan di Libya adalah gratis dan lebih dari 82% penduduk Libya dapat membaca dan menulis. Selama Muammar al Qaddafi memerintah Libya, rakyat hidup sejahtera. Pendek kata, Libya adalah negara yang paling makmur di Benua Afrika dan lebih makmur daripada Singapura, Spanyol, Selandia Baru dan negara lainnya selama Muammar al Qaddafi berkuasa.
          Pada 2009, Libya memiliki IPM tertinggi di Afrika dan PDB (PPP) per kapita tertinggi pula di Afrika. Meski Libya bukan Negara Islam tapi selama Muammar al Qaddafi berkuasa, Libya adalah negara paling makmur di Afrika, dan tak ada perusahaan asing yang mengelola sumber daya alam termasuk minyak sehingga rakyat sejahtera. Hal ini berbeda dengan Kerajaan Arab Saudi yang dianggap sebagai Negara Islam tapi membolehkan Amerika Serikat mendirikan pangkalan militer dan minyak Arab saudi dikelola oleh Amerika Serikat melalui Saudi ARAMCO (Arabian American Oil Company).
Keterangan : Muammar al Qaddaf

          Muammar al Qaddafi mengundang ribuan tokoh Islam internasional termasuk beberapa tokoh Islam dari Indonesia seperti Prof. DR. Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU), Lutfi at Tamimi (Direktur Sabili), Ustadz Arifin Ilham dan 16 tokoh lainnya untuk mengikuti Mukhtamar Sufi International dan peringatan Maulid Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم   yang digelar pada tanggal 10-14 Februari 2011 dan Muammar al Qaddafi shalat bersama ribuan Muslim dan ratusan kepala suku di Libya yang masuk Islam pada Senin, 13 Februari 2011. Muammar al Qaddafi berharap Umat Islam bersatu tapi tak disukai oleh negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara Arab termasuk Arab Saudi.
          Sejak Maret 2011, Libya pun dihancurkan oleh para pemberontak yang bernama Dewan Transisi Nasional (NTC) yang dibantu oleh NATO, Amerika Serikat, dan Perancis. Sebelum Muammar al Qaddafi meninggal dibunuh oleh para pemberontak, beliau menulis surat wasiat. Inilah surat wasiatnya, "Ini adalah surat wasiat saya. Saya, Muammar bin Muhammad bin Abdussalam bin Humayd bin Abu Manyar bin Humayd bin Nayil al Fuhsi Khadafi bersumpah tidak ada Tuhan lain selain Allah dan Muhammad adalah Nabi Allah. Saya bersumpah akan mati sebagai Muslim. Jika saya terbunuh, saya ingin dikuburkan sesuai ritual Islam, dalam baju yang saya kenakan saat saya meninggal, tubuh saya tidak dimandikan, di pekuburan di Sirte, di samping keluarga dan kerabat saya". Maka tepat pada 20 oktober 2011, beliau dibunuh para pemberontak.......
Jika Anda benci pada Muammar al Qaddafi, maka ketahuilah selama beliau berkuasa di Libya :
1. Pada 2009, Libya memiliki IPM tertinggi di Afrika dan PDB (PPP) per kapita tertinggi pula di Afrika.
2. Negara Libya mempunyai cadangan minyak terbesar ke-10 dan penghasil minyak tertinggi ke-17 di dunia yang dikelola oleh Negara Libya sendiri tanpa perusahaan asing. Karena minyak, Amerika Serikat bersama NATO menghancurkan Negara Libya dan membunuh Muammar al Qaddafi melalui para pemberontak sehingga minyak di Libya dikuasai Amerika Serikat dan Eropa sedangkan para pemberontak mendapatkan jabatan.
3. Sejak tahun 1975, ada 9 universitas dan tahun 1980 ada 84 lembaga pendidikan teknisi dan kejurusan (12 universitas umum)
4. Meski pada tahun 2006, penduduk Libya hanya 5.670.688 jiwa tapi 1.7 juta jiwa adalah pelajar
5. Kemampuan membaca dan menulis di Libya adalah tertinggi di Afrika Utara dan 82% penduduk Libya dapat membaca dan menulis
6. Pada tahun ajaran 1975/1976, diperkirakan terdapat 13418 mahasiswa
7. Pada tahun 2004, jumlah pelajar meningkat lebih dari 200 ribu dengan 70 ribu tambahan terdaftar dalam pendidikan teknis tinggi sektor kejuruan. Peningkatan  yang cepat dalam jumlah siswa di sektor pendidikan tinggi tercermin pada peningkatan jumlah lembaga pendidikan tinggi
8. Pada 1998, anggaran nasional yang dialokasikan Negara Libya untuk pendidikan mencapai 38.2%/. Maka tak heran jika pendidikan di Libya adalah gratis yang menyebabkan jumlahorang yang dapat membaca dan menulis di Libya adalah tertinggi di Afrika
9. Al fateh University di Tripoli, Garyounis University di Benghazi dan Universitas Omar al Mukhatar di al Bayda adalah 3 univeristas utama di Libya yang dibangun oleh pemerintahan Muammar al Qaddafi
10. Karena Libya terdapat gurun yang dapat menyebabkan kekeringan maka pemerintahan Muammar al Qaddafi membangun sungai buatan manusia terbesar di dunia dan Muammar al Qaddafi menyebutnya sebagai keajaiban dunia ke-8 untuk mengurangi kekeringan di Libya
          Sesungguhnya masih banyak lagi jasa-jasa Muammar al Qaddafi (Muslim Sunni) selama beliau berkuasa di Libya tapi saya pikir sampai di sini saja saya menulisnya karena banyak sekali dan pastinya tak muat di halaman ini .....
Setelah Muammar al Qaddafi dibunuh oleh para pemberontak tepat pada 10 Oktober 2011 lalu, maka :
1. Negara Libya menjadi Negara Boneka di Afrika Utara yang selalu mematuhi keinginan Barat yang pro Israel
2. Sumber daya alam Libya dikuasai Eropa dan Amerika Serikat termasuk minyak. Ingat, Negara Libya mempunyai cadangan minyak terbesar ke-10 dan penghasil minyak tertinggi ke-17 di dunia. Karena minyak, Amerika Serikat bersama NATO menghancurkan Negara Libya dan membunuh Muammar al Qaddafi melalui para pemberontak sehingga minyak di Libya dikuasai Amerika Serikat dan Eropa sedangkan para pemberontak mendapatkan jabatan.
3. Meski Amerika Serikat terlibat dalam penghancuran Negara Libya tapi perusahaan manajemen konstruksi asal Amerika Serikat di Libya, Hill International mengumumkan laba bersih sebanyak US $ 1.6 juta pada tahun 2013. Proyek-proyek Hill International di Libya seperti manajemen desain dan pengawasan pelaksanaan konstruksi untuk perluasan atau pembangunan kampus-kampus universitas di seluruh Negara Libya. So, mustahil sekali jika  Eropa dan Amerika Serikat menghancurkan pemerintahan Muammar al Qaddafi hanya untuk mendirikan Negara Islam yang memakmurkan rakyat Libya sebagaimana anggapan al Qaeda dan Kaum Wahabi.
          Anehnya, PBB sebagai perwakilan seluruh negara di dunia menyebut Libya yang dipimpin oleh Muammar al Qaddafi sebagai Negara Paria dan Obama, presiden Amerika Serikat yang disukai oleh beberapa orang Indonesia menyebut Muammar al Qaddafi sebagai Anjing Gila hanya karena Libya tidak tunduk pada Eropa dan Amerika Serikat. Arrahmah.com sebagai Media Wahabi di Indonesia menyebut Muammar al Qaddafi sebagai Fir'aun, Toghut, dan Musailamah al Kadzab padahal Muammar al Qaddafi bukan raja yang mengaku sebagai Tuhan tapi ia selalu shalat termasuk shalat bersama ribuan Muslim, jika Muammar al Qaddafi adalah Toghut seharusnya Muammar al Qaddafi  tunduk pada Eropa dan Amerika Serikat sebagaimana tunduknya Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara Arab pada Amerika Serikat, dan Muammar al Qaddafi tak pernah mengaku sebagai seorang Nabi tapi faktanya, beliau mengakui Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم   sebagai Nabi dan Rasul Allah. Siapakah penyebar fitnah ?? Kaum Wahabi dan Barat bersama media yang dimilikinya !
          Semoga bermanfaat dan maaf bila terdapat kesalahan. Tujuan saya menulis ini karena banyak orang yang menganggap Muammar al Qaddafi sebagai pemimpin diktator tapi justru beliau adalah Pemimpin Muslim yang paling tegas dari Afrika Utara dan memakmurkan rakyatnya tanpa harus mengemis pada Eropa dan Amerika Serikat.
Sumber-sumber referensi :
menarik, bermanfaat

2 komentar:

  1. nambah deh pengetahuan saya tentang libya, trimakasih

    ReplyDelete
  2. Makasih gan, izin bookmark buat referensi

    ReplyDelete

Silakan Anda mengirim kritik, saran, atau pertanyaan ke :

* Nomor ponsel saya : 085716860717 dan 083824096980
*E-mail saya : Adiselamet01@gmail.com
*Akun facebook saya : Facebook.com/ayakinbisa

Syarat dan ketentuan berkomentar :
1. Dilarang menghina siapa pun
2. Dilarang berkomentar sampah. Contoh : Promosi produk
3. Jangan menggunakan link hidup
Maaf bila saya belum bisa membalas komentar atau mengunjungi situs Anda. Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di blog sederhana ini. Salam untuk Anda...