Saturday, 10 January 2015

20 Oktober 1827 : Pertempuran Navarino

Penulis : Adi Selamet

Terbit : 1 Oktober 2015

Diperbarui : 18 Februari 2018 (2 Jumadil Akhir 1439 H)

Sumber gambar : en.wikipedia.org
Keterangan : Pertempuran Navarino

Yunani mulai ditaklukan oleh Kesultanan Utsmaniyah (1299-1923) pada akhir abad ke-15 sejak dipimpin oleh Sultan Muhammad al Fatih (1451-1481).

Selama Yunani dikuasai, Kesultanan Utsmaniyah sangat toleran kepada Umat Non Muslim seperti Gereja Ortodoks di Konstantinopel (Istanbul, Turki) dipimpin oleh Pendeta Kristen Ortodoks dari Yunani, orang-orang Kristen Ortodoks mendapat hak-hak politik sebagai anggota birokrasi kerajaan (mungkin setara dengan DPR di Indonesia), orang-orang Yunani mendapat kebijakan luar negeri  dan jaminan beribadah bagi Umat beragama di seluruh wilayah Kesultanan Utsmaniyah tanpa terkecuali.

Kesultanan Utsmaniyah berada di puncak kejayaan pada abad ke-15, 16, dan 17 sejak Kota Konstantinopel ditaklukan pada 29Mei 1453 hingga gagal mengepung Kota Wina (Austria), ibukota Kekaisaran Romawi Suci (962-1806) pada 1683. Kerajaan Islam ini pula yang menjadi kekuatan utama yang dianggap sebagai ancaman oleh Kerajaan-kerajaan Eropa yang tunduk kepada Paus di Roma.

Pasca Perang Napoleon (1803-1814) yang disebabkan oleh Napoleon Bonaparte dengan menyerang Negara-negara Eropa dan berdampak pada seluruh wilayah jajahan Negara-negara Eropa seperti Belanda di Indonesia, Spanyol dan Portugis di Amerika Selatan, Inggris di Amerika Utara, dan Kekaisaran Rusia (1721-1917) di Asia Tengah dan Semenanjung Balkan, organisasi rahasia di Yunani bernama Filiki Eteria berdiri pada 1814 bertujuan membebaskan Yunani dari Kesultanan Utsmaniyah dengan membentuk pemerintahan Republik Hellenic (1822-1832) di Peloponnese, Danubian Principalities, dan Konstantinopel.


 Sumber gambar : alchetron.com
Keterangan : Armada Ottoman

6 Maret 1821, Yunani mulai memberontak dan mudah dipadamkan oleh Kesultanan Utsmaniyah. Pemberontakan semakin luas di seluruh Yunani yang berpusat di Peloponnese, Laut Aegea dan Semenanjung Balkan dianggap sebagai kesempatan emas oleh Inggris, Perancis, dan Kekaisaran Rusia yang ingin menghancurkan Kesultanan Utsmaniyah sejak lama.

Banyak media liberal di Eropa khususnya di Perancis yang menyebarkan berita palsu bahwa Kesultanan Utsmaniyah bertindak kejam kepada Umat Kristen di seluruh wilayah yang dikuasainya membuat penduduk di Inggris dan Perancis memaksa pemerintah mereka untuk membantu Yunani merdeka dari Turki. Ibrahim Pasha putra Muhammad Ali Pasha (gubernur Mesir, 1805-1849) dicap sebagai "Le Sanguinare" (the Bloodthirstyone) membuktikan pengaruh media liberal sangat besar bagi kebijakan luar negeri Eropa. 

Alasan  Inggris, Perancis, dan Kekaisaran Rusia mendukung Yunani merdeka dari Turki :

1. Sejak ratusan tahun silam, Kesultanan Utsmaniyah dianggap sebagai ancaman utama yang melindungi Umat Islam dari serangan Negara-negara Eropa. Periode ini sering disebut sebagai Perang Salib di Eropa antara kekuatan Islam yang diwakilkan oleh Kesultanan Utsmaniyah dan kekuatan Kristen yang melibatkan seluruh Negara di Eropa padahal ini bukan perang antar agama tapi perang antar kerajaan yang berbeda agama.

2. Inggris menganggap India bisa dibebaskan oleh Kesultanan Utsmaniyah karena Kesultanan Utsmaniyah punya pangkalan militer di Teluk Persia dan Yaman

3. Perancis mengincar Aljazair dan Afrika Utara yang diperintah Kesultanan Utsmaniyah

4. Kekaisaran Rusia era Kaisar Nicholai I (memerintah 1825-1855) ingin berkuasa penuh di Semenanjung Balkan dan Laut Hitam, wilayah yang pernah dikuasai Kesultanan Utsmaniyah dengan mengorbarkan Perang Rusia-Turki 1828-1829

5. Dan pastinya, mayoritas penduduk Yunani memeluk Kristen

Angkatan laut Kesultanan Utsmaniyah dipimpin langsung oleh Ibrahim Pasha bersama beberapa laksamana bertemu dengan Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) dipimpin oleh Edward Codrington, Angkatan Laut  Perancis (Marinir Royale de France)  dipimpin oleh Henri de Rigny, dan Angkatan Laut Rusia (Imperal Navy) dipimpin oleh Lodenijk Heyden di Navarino (sekarang, Pylos) di pantai barat Peloponnese, Laut Ionia, Yunani, dan pertempuran yang mengerikan pun terjadi pada 20 Oktober 1827.

Perang di laut ini dimenangkan oleh Angkatan Laut Inggris, Perancis, dan Kekaisaran Rusia menyebabkan Yunani merdeka.

Akibat Pertempuran Navarino :

1. Aljazair dijajah oleh Perancis pada 1830-1964

2. Yunani merdeka dari Kesultanan Utsmaniyah pada 1832 dan Kerajaan Yunani (1832-1924) berdiri yang dilindungi oleh Kekaisaran Rusia karena Kristen Ortodoks sebagai agama resmi di wilayah mereka

3. Penurunan kontrol oleh Kesultanan Utsmaniyah di seluruh wilayah yang dikuasainya di seberang lautan karena Angkatan Laut kerajaan ini telah lemah meski pernah punya Angkatan Laut terkuat ke-3 di dunia era Sultan Abdul Aziz (memerintah 1861-1876) dengan 21 kapal perang besar dan 173 jenis kapal perang termasuk kapal selam pertama di dunia setelah Inggris, dan Perancis tapi keadaan politik, sosial, dan ekonomi tak mendukung.

4. Akhir Oktober 1832, Angkatan laut Kesultanan Utsmaniyah meninggalkan Peloponnese

5. Sultan Mahmud II (memerintah 1808-1839) mengutamakan pengembangan kekuatan Angkatan laut Kesultanan Utsmaniyah yang kuat dan modern. 1828, kapal-kapal uap pertama diperoleh dan pada 1829, kapal perang terbesar di dunia berukuran 201 X 56 kadem (1 kadem = 37.887 cm) atau berukuran 76.15 meter X 22.22 meter (249.8 ft X 69.6 ft).

10 Fakta tentang Pertempuran Navarino dan Pemberontakan Yunani (6 Maret 1821-21 Juli 1832) :

1. Suatu pertempuran skala besar terakhir dalam sejarah Angkatan Laut Kesultanan Utsmaniyah

2. Perang laut besar terakhir dalam sejarah yang menggunakan kapal layar

3. Kesultanan Utsmaniyah gagal memordenisasi angkatan militer dan industri, lembaga-lembaga politik, sistem ekonomi, dan pastinya, kurang memahami ajaran Islam membuat pasukannya bisa dikalahkan dengan mudah oleh Negara-negara Eropa khususnya di lautan.

4. Inggris menjadi negara yang punya angkatan laut terkuat di dunia pasca Perang Napoleon (1803-1814) membuat Perancis mendukung Inggris untuk mencampuri urusan Yunani dan Kesultanan Utsmaniyah  sedangkan Kekaisaran Rusia memanfaatkannya untuk merebut Laut Hitam dari Kesultanan Utsmaniyah 

5. Untuk pertama kalinya, media liberal sangat mempengaruhi kebijakan luar negeri negara-negara Eropa padahal Gereja Katolik mendominasi kehidupan Umat Kristen di Eropa sejak ratusan tahun silam. Bahkan, Gereja berhak dan berkuasa untuk mengangkat atau menurunkan para raja atas nama Yesus Kristus. Contoh : Kekaisaran Romawi Suci (967-1806) adalah sebuah kekaisaran yang sangat dipengaruhi berbagai kebijakan Gereka Katolik.

6. George Canning sebagai Menteri Luar Negeri Inggris (1822-1827) dan Perdana Menteri Inggris (April-Agustus 1827) menjadi arsitek Perjanjian London (6 juli 1827) dan meluncurkan intervensi Eropa dalam konflik Yunani.

7. Ibrahim Pasha mengatakan kepada ayahnya, Muhammad Ali Pasha bahwa pasukannya mampu mengalahkan armada gabungan 3 negara Eropa (Inggris, Perancis, dan Rusia) tapi sang ayah tidak mengizinkan anaknya untuk menggunakan armada modern mahalnya karena pernah tenggelam.

8. Protokol London (1830) membuat Sekutu (Inggris, Perancis, dan Rusia) memaksa Kesultanan Turki Utsmaniyah untuk mundur dari Yunani dan Sultan Mahmud II menyetujui Yunani merdeka sesuai Perjanjian Konstantinopel (1832) 

9. Meski dianggal gagal untuk memadamkan Pemberontakan Yunani, Ibrahim Pasha menjadi gubernur di Provinsi Syam (Palestina, Suriah, dan Lebanon), Hijaz, dan Kepulauan Crete tapi terjadi Pemberontakan Arab-Palestina (1834).

10. Memang Yunani merdeka tapi orang-orang Yunani yang tinggal di wilayah Kesultanan Utsmaniyah dibiarkan hidup tanpa dikurangi hak-hak mereka khususnya di Thessaly, Epirus, bagian Makedonia, Thrace, dan Kepulauan Aegae.

Setelah berhasil merdeka dari Kesultanan Utsmaniyah pada 21 Juli 1832, Otto mendirikan Kerajaan Yunani (1832-1924) dan sebagai raja pertamanya (1832-1862) atas dukungan Inggris, Perancis, dan Kekaisaran Rusia melalui Protokol London (30 Agustus 1832) dan diakui merdeka oleh Kesultanan Utsmaniyah melalui Perjanjian Konstantinopel (Juli 1832). Biasanya, Gereja Katolik akan melibatkan diri dalam peperangan di Eropa tapi sejak pengaruh sekuler dan liberal sangat kuat di sebagian besar negara-negara Eropa membuat Gereja tidak punya pengaruh apapun kecuali hanya dalam urusan agama.

Sumber-sumber Referensi :



menarik, bermanfaat

17 komentar:

  1. terima kasih gan, sy sekarang jadi lebih mengenal tentang sejarah nih gan hehe thanks gan

    ReplyDelete
  2. wah, informasinya berguna banget gan..
    thx dah share

    ReplyDelete
  3. mantap ini sejrah yang saya cari cari gan ijin baca gan :)

    ReplyDelete
  4. keren gan, saya baru tau sejarah yang di luar negri..
    soalnya dari SMP belajarnya sejarah tentang kampung sendiri terus..
    thanks ya gan :D

    ReplyDelete
  5. Hehehe keren gan. Izin copas ya.

    ReplyDelete
  6. Mengenalkan kita tentang sejarah, semoga dengan begitu kita jadi menghargai jasa kepahlawanan mereka ya untuk Islam.

    Baru ini artikel yang berkualitas sumber referensinya jelas.

    ReplyDelete
  7. Wah .. Nice post gan :)
    Aku baru tahu nih tentang perang navarino ...

    ReplyDelete
  8. Wah blognya keren sob... :D

    ReplyDelete
  9. nice bgt gan..info menarik ini ... http://ivo25.blogspot.com/

    ReplyDelete
  10. sejarah adalah kisah yang lampau, melenceng sedikit bisa jadi dongeng, tapi sejarah tetaplah sejarah. terima kasih informasinya

    ReplyDelete
  11. mantap gan ada artikel begini gue jadi pintar hehehe

    ReplyDelete

Silakan Anda mengirim kritik, saran, atau pertanyaan ke :

* Nomor ponsel saya : 085716860717 dan 083824096980
*E-mail saya : Adiselamet01@gmail.com
*Akun facebook saya : Facebook.com/ayakinbisa

Syarat dan ketentuan berkomentar :
1. Dilarang menghina siapa pun
2. Dilarang berkomentar sampah. Contoh : Promosi produk
3. Jangan menggunakan link hidup
Maaf bila saya belum bisa membalas komentar atau mengunjungi situs Anda. Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di blog sederhana ini. Salam untuk Anda...