Thursday, 8 October 2015

3 September 1260 : Pertempuran Ain Jalut

Penulis : Adi Selamet
Terbit : 8 Oktober 2015


 Sumber gambar : muslimsincalgary.ca
Keterangan : Tentara Mamluk vs tentara Mongolia

Adi-ingin-berbagi.blogspot.com | Kekaisaran Mongolia (1206-1368) didirikan oleh Kaisar Genghis Khan (memerintah 1206-1227) untuk mewujudkan kerajaan dunia di bawah pemerintahan Bangsa Mongolia. Cucunya, Kaisar Mongke Khan (memerintah 1251-1259) berusaha keras agar cita-cita mereka berhasil diwujudkan dengan menghalalkan segala cara.

Sebelum wafat, ia mengangkat adiknya, Hulagu Khan (memerintah 1256-1265) untuk melanjutkan usaha mereka. Satu per satu, dinasti dan kerajaan Islam seperti Kerajaan Khwarezmi (1077-1231) di Turkmenistan, Asia Tengah dihancurkan.

Karena berpecah belah dan ketidakpeduliaan para penguasa, pasukan Mongolia yang sangat kejam membunuh siapapun dan menghancurkan apapun. Ketika kabar tentang pasukan Mongolia sampai di Persia (sekarang Iran), para penguasa tetap bermusuhan dan apatis.

Kekhalifahan Abbasiyah dengan ibukotanya, Baghdad di Irak dihancurkan termasuk Baitul Hikmah, perpustakaan raksasa yang mampu menampung jutaan buku dalam Pengepungan Baghdad (29 Januari-10 Februari 1258).

Jutaan Muslim dibunuh termasuk Khalifah al Musta'syim (memerintah 1242-1258) oleh 400 ribu tentara Mongolia pimpinan Kaisar Hulagu Khan, 12 ribu kavaleri dan 40 ribu infantri Kerajaan Kilikia Armenia (1198-1375), 1000 ribu tentara Cina dan 15 ribu tentara Kerajaan Georgia (1008-1490). Semua Umat Kristen selamat karena istri Kaisar Hulagu Khan, Doquz Khatun seorang Kristen yang taat dan sangat membenci Umat Islam.

Setelah sukses menghancurkan dan membunuh jutaan Muslim di Asia Tengah termasuk Suriah, Irak, dan Iran, dengan sombong, Kaisar Hulagu Khan mengirim 12 utusan agar Kesultanan Mamluk (1250-1517) di Mesir tunduk pada bangsa Mongolia karena hanya 1 kerajaan Islam yang masih berdiri di Timur Tengah.


Mereka membawa surat dari Kaisar Hulagu Khan yang berbunyi :

"Dari Raja segala raja dari Timur dan Barat, Khan Agung. Untuk Qutuz dari Mamluk yang melarikan diri untuk menghindari pedang kami. Anda harus berpikir tentang apa yang telah terjadi pada negeri-negeri lain dan kirimkan kepada kami. Anda telah mendengar bagaimana kami telah menaklukan kerajaan yang luas dan memurnikan bumi dari gangguan yang tercemar itu. Kami telah menaklukan wilayah luas, membantai semua orang. Anda tidak bisa lepas dari teror tentara kami. Kemana Anda dapat melarikan diri ? Apa jalan yang akan Anda gunakan untuk melarikan diri dari kami ? Kuda-kuda kami yang cepat, panah yang tajam, pedang kami seperti petir, hati kami sekeras pegunungan, tentara kami banyak seperti pasir. Benteng tidak akan menahan kami, atau menghentikan tentara kami. Doa Anda kepada Allah tidak akan bermanfaat melawan kami. Kami tidak tersentuh oleh air mata atau tersentuh oleh ratapan. Hanya mereka yang mengemis perlindungan kami akan aman. Cepatlah Anda menjawab sebelum api peperangan menyala. Melawan dan Anda akan menderita bencana yang paling mengerikan. Kami akan menghancurkan Masjid-masjid Anda dan mengungkap kelemahan Tuhan Anda dan kemudiakan akan membunuh anak-anak dan orangtua Anda bersama-sama. Saat ini Anda adalah satu-satunya musuh terhadap kami harus berbaris".

Sultan Saifuddin Qutuz (memerintah 1259-1260) memerintahkan 6 utusan Mongolia dibunuh dan kepala mereka digantung di Bab Zuweila, gerbang Kota Kairo sebagai jawaban untuk melawan dan mengusir pasukan Mongolia dari dunia Islam.

Peristiwa ini membuat Kaisar Hulagu Khan sangat murka dan mengirim 200 ribu tentara Mongol terbaik dan paling kejam pimpinan Kitbuqa Noyan. Raja Georgia David VII (memerintah 1247-1270) dan Kerajaan Kilikia Armenia (1198-1375) pimpinan Raja Hethem I (memerintah 1226-1270) atas perintah Paus Alexander IV (memerintah 12 Desember  1254-25 Mei 1261) mengirim 50 ribu tentara mereka membantu 200 ribu tentara Mongolia pimpinan Kitbuqa Noyan.

Setelah mendengar pasukan Mongolia dan sekutu mereka yang begitu banyak dan manghancurkan Damaskus di Suriah, Sultan Saifuddin Qutuz bersekutu dengan Baibars setelah bermusyawarah dengan para Ulama. Daripada Mesir hancur total, 20 ribu tentara Kesultanan Mamluk dipimpin oleh Sultan Saifuddin Qutuz dan Baibars ke Palestina menghadapi pasukan Mongolia yang dibantu oleh sekutu mereka.


Sultan Saifuddin Qutuz membagi pasukan Mamluk menjadi 2 yaitu pasukan yang sedikit pimpinan Baibars sebagai umpan agar pasukan Mongolia dan sekutu mereka mengejar pasukan Mamluk, dan pasukan Mamluk yang lebih besar dipimpin oleh Sultan Saifuddin Qutuz ada di dataran tinggi untuk menyergap mereka.

Setelah umpan berhasil, pasukan Mamluk yang dipimpin oleh Sultan Saifuddin Qutuz muncul tiba-tiba dan mengelilingi pasukan Mongolia dan sekutu mereka membentuk formasi mirip bulan sabit.

Ketika melihat sayap kiri pasukan Mamluk kewalahan, Sultan Saifuddin Qutuz membuang helm pertempurannya dengan berteriak, "Allahu Akbar ! Oh Islam saya !" sehingga pasukan Mamluk semakin bertambah semangat berjihad di jalan Allah.

Untuk pertama kalinya di dunia, meriam tangan atau midfa digunakan oleh pasukan Mamluk dan taktik Kesultanan Mamluk sangat ampuh dalam Pertempuran Ain Jalut (3 September 1260). Setelah mendengar kekalahan pasukan Mongolia dan sekutunya yang sangat besar, Kaisar Hulagu Khan memenggal seorang pangeran keturunan Sultan Shalahuddin al Ayyubi (memerintah 1174-1193) di Damaskus.

Meski merasa paling kuat di dunia, Kekaisaran Mongolia tidak mampu membalas kekalahan yang sangat memalukan bagi mereka. Raja Berke (memerintah 1257-1266) dari Horde Emas (1240-1502), cucu Kaisar Genghis Khan sangat marah dan sedih karena jutaan Muslim dibunuh oleh pasukan Mamluk dan sekutu mereka yang dipimpin oleh sepupu sendiri, Kaisar Hulagu Khan.

Raja Berke berkata, "Dia (Hulagu Khan) telah menghancurkan semua kota Islam dan membunuh Khalifah (al Musta'syim). Dengan bantuan Allah, aku akan panggil dia untuk menjelaskan begitu banyak darah yang tidak bersalah".

Perkataan ini dicatat oleh sejarawan Muslim dari Iran, Rasyidin Hamadi (1247-1318) dalam bukunya berjudul, "Jami al Tawarikh" yang hidup di wilayah Kerajaan Ilkhanate (1256-1335/1353) era Raja Mahmud Ghazan (memerintah 1295-1304).

Raja Berke mencegah Kaisar Hulagu Khan untuk menyerang Kesultanan Mamluk lagi dengan mengalahkan pasukan Mongolia pimpinan Kaisar Hulagu Khan dalam Perang Berke-Hulagu (1262) di Pegunungan Kaukasus, timur Khurasan.

Setelah Sultan Saifuddin Qutuz  wafat pada 24 Oktober 1260, Baibars (1223-1277) menggantikannya sebagai Sultan Mamluk di Mesir pada 24 Oktober 1260-1 Juli 1277).

Pertempuran Ain Jalut di Palestina yang terjadi pada 25 Ramadhan 658 Hijriyah adalah pertempuran pertama yang dimenangkan oleh Umat Islam melawan Kekaisaran Mongolia yang menginspirasi perlawanan Umat Islam terhadap bangsa Mongolia yang sangat kejam dan tidak manusiawi.

Pertempuran ini adalah pertempuran pertama yang menggunakan meriam tangan sebagai senjata. Jika berjuang karena Allah Ta'ala, Umat Islam akan menang dan Kesultanan Mamluk pimpinan Sultan Saifuddin Qutuz telah membuktikannya.


 
Sumber-sumber Refensi :

·         http://en.wikipedia.org/wiki/Rashid-al-Hamad
http://muslimsincalgary.ca/the-battle-of-ayn-jalut/ 

Thursday, 18 June 2015

Bulan Suci Ramadhan, Bulan Penuh Berkah


Penulis : Adi Selamet

Terbit : 18 Juni 2015

Sumber gambar : bataranews.com
Keterangan : Wallpaper Ramadhan



Adi-ingin-berbagi.blogspot.com - Bulan Suci Ramadhan adalah bulan ke-9 dalam Kalender Hijriyah yang selalu ditunggu oleh seluruh Muslim di dunia termasuk di Indonesia. Selain diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh, ada banyak ibadah yang akan dilakukan oleh seluruh Muslim termasuk Shalat Tarawih, shalat Sunnah yang dikerjakan setelah Shalat Isya. Seluruh Muslim melaksanakan puasa selama 1 bulan ini karena perintah dari-Nya.


Allah Ta'ala berfirman,

"Hai orang-orang beriman, diwajibkan bagi kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian. Mudah-mudahan kalian bertakwa" [QS. Al Baqarah (2) : 183]

Rasulullah صل الله عليه وسلم  bersabda, "Sesungguhnya puasa itu perisai. Maka jika salah seorang dari kamu berpuasa, janganlah berkata keji dan kasar. Kalau dia dicela atau hendak diperangi seseorang, hendaklah ia berkata, Sesungguhnya aku sedang berpuasa" [HR. Bukhari dan Muslim]

Diriwayatkan dari Salman bin Amir adh Dhabiyyi bahwa Rasulullah صل الله عليه وسلم  bersabda, "Bila seseorang di antara kamu berbuka puasa, hendaklah dengan buah kurma, bila tak ada, maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci" [Hadits diriwayatkan oleh Imam Lima].

1 Ramadhan 1436 Hijriyah ditetapkan pada Kamis, 18 Juni 2015 oleh Menteri Agama di Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin dalam Sidang Isbat yang merujuk dari hasil pantauan hilal yang masih berada di bawah 2 derajat dan tak ada seorang saksi yang melihat hilal di 63 titik pantauan di seluruh Indonesia. Semoga ibadah kita diterima-Nya.

Sekian yang dapat ditulis oleh saya dan semoga bermanfaat.

Baca juga :


Saturday, 30 May 2015

29 Mei 1453 : Konstantinopel ditaklukan Umat Islam

Penulis : Adi Selamet

Ditulis : 29 Mei 2015 (10 Sya'ban 1436 H)

Diterbitkan : 30 Mei 2015 (11 Sya'ban 1436 H)

Diperbarui : 18 Februari 2018 (2 Jumadil Akhir 1439 H)


Sumber gambar : realmofhistory.com
Keterangan : Kota Konstantinopel


Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan" [HR. Ahmad bin Hanbal al Musnad 4/335].

Konstantinopel adalah sebuah kota terbesar di Republik Turki yang pernah menjadi ibukota Kekaisaran Romawi Timur (330-1204, 1261-1453) selama 1066 tahun yang memeluk Kristen Ortodoks, Kekaisaran Latin (1204-1261) selama 57 tahun yang memeluk Katolik Roma, dan Kesultanan Utsmaniyah (1299-1923) atau Kekaisaran Ottoman selama 469 tahun.

Setelah Kerajaan Islam yang berstatus sebagai Kekhalifahan (1517-1924) ini berakhir akibat dikalahkan Sekutu (Inggris dan Perancis) dalam Perang Dunia I (1914-1918), nama Konstantinopel diubah menjadi "Istanbul" pada 1930 oleh pemerintahan Presiden Mustafa Kemal Ataturk (memerintah 1923-1938). Kota ini berada di antara 2 benua yaitu Asia dan Eropa sehingga sangat dikagumi oleh bangsa-bangsa manapun dan menjadi kota bandar perdagangan terbesar di Eropa selama ratusan tahun.

Bagaimana sejarah Konstantinopel ??

Pada abad ke-7 SM, orang-orang Yunani pimpinan Byzas membangun sebuah kota yang diberi nama "Bizantium" untuk menghormati pemimpin mereka. Wilayah yang sangat luas dan terkuat di Eropa juga dihuni oleh orang-orang beda bahasa. Maka Kekaisaran Romawi (27 SM-476, 330-1204, 1261-1453) dibagi menjadi 2 oleh Kaisar Diocletian (memerintah 284-305) yaitu Kekaisaran Romawi Barat (27 SM-476) beribukota Roma, Italia tapi diruntuhkan pada abad ke-5 oleh orang-orang Jerman dan Kekaisaran Romawi Timur (330-1204, 1261-1453) beribukota Konstantinopel, Turki.

Kaisar Konstantinus Agung (memerintah 306-337) membangun Kota Bizantium pada 324 dan selesai pada 11 Mei 330 sehingga Kota Bizantium disebut Konstantinopel yang berarti Kota Konstantinus yang terkenal sebagai Kota Pertahanan terkuat di dunia pada waktu itu dan dijuluki "Roma Baru".

Kota ini pernah dikepung oleh 9 bangsa sebanyak 20 kali tapi cuma 2 bangsa yang berhasil yaitu Persia lewat Kekaisaran Sassaniyah (224-651) era kaisar Shahrbaraz (memerintah 27/4/629-17/6/629), Avar lewat Avar Khaganate (567-804), dan Slavia yang bersatu dan mengepung kota ini pada Juni-Juli 629 tapi gagal padahal pasukan Kekaisaran Romawi Timur pimpinan Kaisar Heraklius (memerintah 610-641) dikalahkan oleh pasukan Kekaisaran Sassaniyah pimpinan Kaisar Khosrau II (memerintah 597-627) dalam Perang Persia-Romawi (92 SM - 629) atau Perang Sassaniyah-Romawi Timur (602-628).

Kerajaan Umayyah (662-750) berbangsa Arab mengepung Konstantinopel pada 674-678 era Raja Muawiyah bin Abu Sufyan (memerintah 662-680) dan pada 717-718 era Khalifah Umar bin Abdul Aziz (memerintah 717-720) tapi gagal juga dalam Perang Arab-Romawi Timur (629-1050) karena Kekaisaran Romawi Timur punya Api Yunani dan dibantu oleh 50 ribu tentara Kekaisaran Bulgaria I (681-1018) pimpinan Khan Tervel sehingga Khan Tervel dijuluki sebagai "Sang Penyelamat Eropa" oleh orang-orang Eropa sezamannya.

Bangsa-bangsa selanjutnya yang mengepung Konstantinopel tapi berujung gagal adalah Bulgaria pada abad ke-8 dan 13 dalam Perang Bizantium-Bulgaria (680-1355), Rus pada abad ke-9 dan 10 dalam Perang Bizantium-Rus (830-1043) dan Turki pada abad ke-14 dan 15. Kota ini hanya bisa ditaklukan oleh Latin dari Eropa yang memeluk Katolik Roma pada 1204 dalam Perang Salib ke-4 (1202-1204) dan Turki yang dipimpin oleh Sultan Muhammad al Fatih (memerintah 1451-1481) pada Selasa, 29 Mei 1453 setelah pengepungan dimulai pada Jum'at, 6 April 1453.

Mengapa Kota Konstantinopel sering diserang dan dikepung oleh banyak bangsa ??? Karena :

1. Konstantinopel adalah ibukota dan kota terbesar bagi Kekaisaran Romawi Timur dan kerajaan Kristen ini sering berperang melawan negara-negara lain untuk memperluas atau mempertahankan wilayah kekuasaan mereka. Untuk mengakhiri sebuah negara maka ibukota negara tersebut harus ditaklukan sehingga negara penakluk semakin disegani dan ditakuti oleh negara-negara lain.

2. Konstantinopel itu termasuk Kota Benua antara Asia dan Eropa sehingga menjadi pusat interaksi antara 2 benua selama ribuan tahun

3. Kota bandar rempah-rempah terbesar di Eropa selama ratusan tahun sehingga jika kota ini direbut maka negara penakluk dapat mengontrol jalur perdagangan rempah-rempah di Eropa sehingga menambah pemasukan bagi negara penakluk.

4. Kota terbesar di dunia pada abad ke-3, 5, 6, 7, 11, dan 12 berdasarkan jumlah penduduk, pusat ekonomi, seni dan budaya khususnya di dekat Laut Mediterania Timur yang hanya dapat disaingi oleh Ctesipon di Iran yang menjadi ibukota Kekaisaran Sassaniyah (224-651) pada abad ke-6 dan 7; Baghdad di Irak yang menjadi ibukota Kekhalifahan Abbasiyah (750-1258) pada abad ke-8, 9, 10, 11, dan 12; Cordoba di Spanyol yang menjadi ibukota Kekhalifahan Cordoba (929-1031) pada abad ke-10 dan 11; Fez di Maroko yang menjadi ibukota Kesultanan Maroko (775-1965) pada abad ke-12; Kairo di Mesir yang menjadi ibukota Kesultanan Mamluk (1250-1517) pada abad ke-14 dan 15; Agra pada 1637 dan Delhi pada 1675 di India yang menjadi ibukota Kesultanan Mughal (1526-1857) dan beberapa kota di Cina dan Turkmenistan.

5. Motif agama menjadi pendorong semangat untuk menaklukan

Di Konstantinopel, ada sebuah gereja terbesar dan termewah bagi Kristen Ortodoks yaitu Hagia Sophia (Aya Sophia) sesuai arsitektur Romawi dan Yunani dibangun pada abad ke-5 yang diubah menjadi Katedral Katolik Roma (1204-1261) oleh Pasukan Salib, Masjid (1453-1931) dan sekarang hanya sebuah Museum di Republik Turki sejak 1 Februari 1935.

Saat Perang al Ahzab, Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam pernah bersabda bahwa Konstantinopel hanya dapat ditaklukan oleh sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan sehingga sejak abad ke-8, Pasukan Islam sering mengepung kota ini tapi berujung gagal kecuali pada tahun 1453, Utsmaniyah (1299-1923) berhasil mewujudkannya.

Mengapa Kota Konstantinopel mampu bertahan padahal sering diserang dan dikepung oleh banyak bangsa yang berkuatan besar ??? Karena kota ini punya pertahanan yang sangat kuat. Bagaimana bisa ???


Pada abad ke-19, Perancis memaksa agar Sultan Abdul Majid I (memerintah 1839-1861) menjadikan Masjid Hagia Sophia menjadi Katedral Katolik Roma lagi sebagaimana pada abad ke-13 dan Kekaisaran Rusia (1721-1917) ingin menjadikannya sebagai Gereja Kristen Ortodoks Rusia sehingga terjadi Perang Krimea (1853-1856) yang melemahkan Kesultanan Utsmaniyah. Hagia Sophia sendiri berukuran dengan panjang 82 meter (269 kaki), lebar 73 meter (240 kaki) dan tinggi 55 meter (180 kak1. Di zaman Kaisar Konstantinopel Agung (memerintah 306-337), dinding pertama atau dinding terluar dibangun. Lalu Dinding Theodosius dibangun sepanjang 2 km (1.2 mil) setinggi 12 meter dengan tebal 8 meter era Kaisar Theodosius II (memerintah 408-450). Kota ini lemah jika diserang dari daratan sehingga para Kaisar membangun tembok tebal yang mengelilingi kota.

2. Kota ini dibangun di atas 7 bukit sekitar Tanduk Emas dan Laut Marmara juga Kekaisaran Romawi Timur memasang rantai raksasa yang mampu menghalangi kapal-kapal musuh berbagai ukuran yang mencoba menaklukan kota ini.

Mengapa Kota Konstantinopel bisa ditaklukan Kesultanan Utsmaniyah ?

1. Kekalahan Romawi Timur dalam Pertempuran Manzikert (26 Agustus 1071) di Turki

30 ribu tentara Kesultanan Turki Seljuk (1037-1294) dipimpin Sultan Alp Arslan (memerintah 1063-1072) mengalahkan 70 ribu tentara Kekaisaran Romawi Timur yang dipimpin Kaisar Romanos IV Diogenes (memerintah 1068-1071) sehingga Anatolia di Turki dan Armenia jatuh ke tangan Turki Seljuk juga Kaisar sendiri ditawan selama 1 minggu.

Selama itu pula dia sangat terkejut dengan keramahan orang-orang Islam yang digambarkan brutal oleh para pendeta di Konstantinopel dan Kaisar sendiri digulingkan, matanya dibutakan dan dibuang ke Pulau Proti, Turki oleh Dinasti Doukas dan dinasti ini mengangkat Kaisar Michael VII (memerintah 1071-1078) yang membuat Romawi Timur makin lemah karena dia dijadikan sebagai boneka oleh Dinasti Doukas dan tidak peduli dengan kelemahan kerajaannya.

Perang ini tak akan terjadi jika Kaisar Romanos IV Diogenes tidak mengkhianati perjanjian damai pada tahun 1069 antara dirinya dengan Sultan Alp Arslan karena Sultan bersama pasukannya ingin meruntuhkan Kekhalifahan Fatimiyah (907-1171) di Kairo, Mesir.

Perang ini sungguh melemahkan kekuatan militer Romawi Timur sehingga Kaisar Alexios I Komnenus (memerintah 1081-1118) minta agar Paus Urbanus II (memerintah 1088-1099) mengirimkan bantuan dari Eropa untuk mengembalikan seluruh wilayah Romawi Timur yang ditaklukan berbagai Kerajaan Islam sehingga pecah Perang Salib (1095-1091) selama 2 abad yang berpusat di Palestina, Turki, Armenia, Tunisia, Mesir dan sekitarnya.

2. Penjarahan Kontantinopel  Perang Salib IV (1202-1204)

200 ribu tentara Salib dipimpin Raja Jerman Philip dari Swabi (memerintah 1198-1208) menyerang Konstantinopel dan membantai ratusan ribu penduduknya juga menghancurkan 20 gereja dan 13 biara termasuk Katedral Hagia Sophia diubah menjadi Katedral Katolik Roma selama setengah abad lebih.

Kaisar Alexios IV Angelos (memerintah 1203-1204) dan keluarganya pun mendirikan Kekaisaran Nicea (1204-1261) padahal Pasukan Salib diundang pada abad ke-11 oleh Kekaisaran Romawi Timur untuk mengembalikan wilayah mereka yang direbut Seljuk. Sebelumnya, Raja Jerman Philip dari Swabi menikahi Irene, putri bangsawan Romawi Timur sedangkan Pasukan Salib mendirikan Kekaisaran Latin (1204-1261) dengan ibukota Konstantinopel.

Meski Kaisar Alexios Strategopoulos dari Kekaisaran Nicea yang dikuasai Dinasti Palailogos (1259-1453) berhasil mengusir Pasukan Salib, tapi Romawi Timur semakin lemah dan hanya puluhan ribu orang yang menghuni Konstantinopel.

3. Allah Ta'ala berkehendak bahwa kota ini dapat ditaklukan oleh Umat Islam karena keimanan sehingga kabar dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam terbukti benar dan beliau bukan pendusta.

4. Jasa Orban

Orban dari Rumania menawarkan jasa pembuatan meriam terhebat untuk mengembalikan kejayaan Romawi Timur tapi Kaisar Konstantinus XI Palailogos menolak mentah-mentah karena tidak punya dana dan bahan untuk membuatnya. Lalu Orban menawarkannya ke Sultan Muhammad al Fatih dan sang Sultan membayarnya 3 kali lebih mahal dibandingkan harga jasa yang ditawarkan juga melindungi keluarga Orban dan teman-temannya karena ia punya dana yang besar dan mesiu yang sangat banyak melebihi negara-negara lain.

Meriam Raksasa Turki yang disebut juga "Meriam Dardanella" dan "Meriam Sahi" dibuat selama 3 bulan oleh Orban dan teman-temannya. Berat meriam ini adalah 16.8 ton yang dapat ditarik oleh 60 sapi dan 200 tentara Utsmaniyah juga mampu melempar peluru berdiameter 63 cm sejauh 2 km.

Sebelum menyerang, Sultan Muhammad al Fatih (memerintah 1451-1481) mengirim surat agar Kaisar Konstantinus XI Palailogos (memerintah 1449-1453) menyerahkan Kota Konstantinopel dan Sultan menjamin tidak ada 1 orang pun yang dibunuh.

Tapi sang Kaisar menolak mentah-mentah dan meminta bantuan Eropa yang tunduk pada Gereja Katolik Roma untuk menyerang Kesultanan Utsmaniyah.

 Sumber gambar : en.wikipedia.org
Keterangan : Sultan Muhammad al-Fatih


Sultan Muhammad al Fatih bersama gurunya, Syaikh Aaq Syamsuddin didampingi 2 penasehatnya yaitu Halil Pasha dan Wazir Agung Zagan Pasha/Zaghanos Pasha (memerintah 1453-1456) memimpin pasukan untuk mengepung dimulai Jum'at, 6 April 1453 sehingga 7000 tentara Republik Genoa (1005-1798) dipimpin Giovanni Giustiniani Longo (1418-1453), 2000 tentara Republik Venesia (697-1797) dipimpin Girolamo Minotto, dan 3000 tentara dari Kerajaan Sisilia (1130-1816) dan Kepausan Serikat (754-1798) bergerak untuk membantu Kekaisaran Romawi Timur. 600 tentara Utsmaniyah dipimpin Pangeran Orhan Celebi (1412-1453) membelot dan membela Romawi Timur.

Pasukan Utsmaniyah dibagi 3 yaitu (1) Pasukan Artileri dari arah barat bertugas membobol benteng 2 lapis (2) Pasukan Anatolia yang mengepung kota dan (3) Janissary atau Yenicheri, pasukan elit pertama di dunia yang berada paling depan.

Laksamana Sulaiman Baltoghlu bersama pasukannya dikalahkan di Laut Marmara sehingga Angkatan Laut Genoa, Sisilia, Venesia, dan Kepausan Serikat bisa membantu Romawi Timur. Parit dengan lebar 7 meter yang mengelilingi Konstantinopel mampu menahan serangan Pasukan Utsmaniyah.

Selama berminggu-minggu, kota tak kunjung ditaklukan membuat para penasehat Sultan kehilangan harapan sehingga pada 28 Mei 1453, Sultan Muhammad al Fatih menghentikan serangan dan memimpin pasukan untuk Shalat Tahajud bersama sambil menceritakan keutamaan Jihad dan kemuliaan Syuhada.

Salah satu kelemahan pertahanan Konstantinopel adalah Teluk Tanduk Emas (Golden Horn) yang dipasang rantai besar. 80 kapal perang Utsmaniyah ditarik dari Tanduk Emas melawati Bukit Galata yang tinggi dalam waktu semalam.

Panglima Sipahi (kavaleri) yaitu Ulubatli Hasan bertubuh tinggi dan 30 temannya berusaha keras untuk mengibarkan bendera Turki Utsmaniyah tapi hanya dia dan 12 temannya yang sampai di atas benteng.

Meski dihujani batu, 27 anak panah menempel di tubuhnya, tombak dan peluru melukai tubuhnya tapi ia berhasil mengibarkan bendera Utsmaniyah sehingga Pasukan Utsmaniyah semakin semangat dan pasukan Romawi Timur semakin kehilangan harapan.

Pagi Selasa, 29 Mei 1453, Konstantinopel jatuh ke tangan Umat Islam dan mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur atau Kekaisaran Bizantium yang berdiri selama 1000 tahun lebih.

Konstantinopel menjadi kota terbesar di dunia selama ratusan tahun setelahnya khususnya pada tahun 1600 era Sultan Muhammad III (memerintah 1595-1603) meski diguncang gempa beberapa kali pada 10 September 1509 dan 45 hari sesudahnya yang membunuh ribuan penduduk termasuk beberapa anggota keluarga kerajaaan, ribuan bangunan rusak parah termasuk Masjid Bayezid II, Masjid al Fatih dan beberapa gereja.

Kesultanan Turki Utsmaniyah (1299-1923) menjadi negara terkuat di dunia pada masa Sultan Sulaiman al Qanuni (memerintah 1520-1566) hingga melemah akibat dikalahkan ratusan ribu tentara Salib dari seluruh Eropa khususnya dari Polandia-Lithuania (1569-1795) dipimpin Raja John III Sobieski (memerintah 1674-1696) dalam Perang Turki Besar (1683-1699) karena puluhan ribu tentara Turki Utsmaniyah dipimpin Wazir Agung Kara Mustafa Pasha (memerintah 1676-1683) dari Dinasti Koprolu (1656-1703) berbangsa Albania era Sultan Muhammad IV (memerintah 1648-1687) dibantu pasukan Crimean Khanate (1449-1783) dipimpin Murad Giray (memerintah 1678-1683) mengepung Kota Wina, Austria yang menjadi ibukota Kekaisaran Romawi Suci (962-1806) era Kaisar Leopold I (memerintah 1658-1705) dalam Pertempuran Wina, September 1683.

Nama Konstantinopel diubah menjadi "Istanbul" pada 1930 atau 1600 tahun setelah dibangun oleh Kaisar Konstantinus Agung seluas 5343 km persegi (2063 mil persegi) menjadi kota terbesar di Turki, ke-6 di dunia, dan tetap menjadi Kota 2 Benua (Asia dan Eropa) yang menyimpan sejarah pusat peradaban Islam pada Abad Pertengahan juga menjadi Kota Kebudayaan Eropa pada 2010. 562 tahun setelah Konstantinopel ditaklukan oleh Umat Islam, saya menulis kisah ini di blog Adi Ingin Berbagi. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Sumber-sumber referensi :