Monday, 14 July 2014

Daftar Fitnah terhadap Prabowo dan Bantahannya




       Adi-ingin-berbagi.blogspot.com - Pemilihan presiden dan wakilnya di Indonesia akan diadakan pada 9 Juli 2014. Berbagai cara dilakukan agar saingan dari tokoh yang didukungnya jatuh dan kalah. Hanya ada 2 pasang Capres dan Cawapres yang maju dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Mereka adalah Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan Jusuf Kalla.
          Prabowo Subianto dan Hatta  Rajasa didukung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golkar, dan 4 Partai Islam seperti Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan dan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan. Sementara  Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla didukung oleh PDIP, Nasdem, PKPI, Partai Kebangkitan Bangsa.

Dapatkan Uang Di Sini !
          Dalam kesempatan ini, saya ingin membahas beberapa fitnah terhadap Prabowo Subianto beserta bantahannya dan mungkin saya akan membahas beberapa fitnah terhadap Joko Widodo (Jokowi)  beserta bantahannya di lain waktu.
1. Prabowo anti Kristen dan benci etnis Tiongkok
          Beredar kabar bahwa beliau membenci Kristen dan Tiongkok di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Faktanya, kita tahu bahwa Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) beragama Kristen dan berasal dari etnis Tiongkok terpilih sebagai Wakil Gubernur Jakarta periode 2012-2017 dari Partai Gerindra sedangkan Partai Gerindra didirikan oleh Prabowo Subianto. Adik Prabowo sendiri, Hasjim Djojohadikusumo beragama Kristen dan pengawal pribadinya selama 15 tahun pun beragama Kristen dan dari etnis Tiongkok. Prabowo Subianto juga tak pernah mengusir dan membenci etnis Tiongkok. Hal ini diutarakan sendiri oleh Hasjim Djojohadikusumo dalam Diskusi Publik yang digelar Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) bertajuk "Gereja Mendengar Visi Misi Capres 2014" di Jakarta, Senin (2/6/2014). [1]
2. Prabowo dipecat dari militer
          Pada 1970, Prabowo Subianto masuk ke Akademi Militer Nasional di Magelang dan lulus pada 1974 atau 1 tahun setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lulus. Namun, ia diberhentikan secara terhormat pada 22 Mei 1998 oleh Panglima ABRI, Wiranto atas permintaan Presiden BJ. Habibie (1997-1998) karena menggerakkan Pasukan Kostrad dari berbagai daerah untuk mengamankan Jakarta tanpa sepengetahuan Wiranto sementara Wiranto sendiri pergi ke Malang bersama para jenderal untuk menghadiri pergantian Panglima Divisi II Singosari pada 14 Mei 1998 padahal Jakarta sedang tidak aman dan kerusuhan terjadi di mana-mana.  Panglima ABRI tak mengizinkan Mabes ABRI untuk meminjamkan pesawat Herkules untuk membawa pasukan Kostrad dari Jawa Timur dan Makassar ke Jakarta. [2]
          Pemecatan seorang perwira tinggi harus melalui mahkamah militer dan tak berhak menerima gaji/pensiun serta memakai gelar kepangkatan. Gelar terakhir yang diterima dan disandang oleh Prabowo adalah Komandan Jenderal Kopassus ke-15 (Desember 1995-20 Maret 1998). Seangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kolonel Infanteri Purnawirawan Nasib Alamsyah berkata, "Memang sejak dulu selalu ada rongrongan terhadap karier putra dari Soemitro Hadijojokusumo, seorang pendekar ekonomi Indonesia yang terkenal hingga ke negeri jiran dan mancanegara". Nasib Alamsyah sendiri sedang menjabat sebagai ketua DPRD Kalimantan Selatan. [3]
3. Prabowo pelanggar HAM dan berkewarganegaraan ganda
          Jika Prabowo adalah pelanggar HAM maka pastilah dia dihukum dan tak akan bisa lolos dari KPU untuk menjadi Capres dan Cawapres. Pada 2004, dia dikalahkan oleh Wiranto dalam Bursa Capres Partai Golkar. Pada Pilpres 2009, dia menjadi Cawapres mendampingi Megawati Soekarnoputri. Dan, pada Senin, 2 Juni 2014, KPU telah menetapkan Pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla lolos sebagai Capres dan Cawapres melalui Surat Keputusan KPU Nomor 453/KPPS/KPU. Ini sebagai bukti bahwa Prabowo adalah Warga Negara Indonesia. [4]

Mau Uang ?
4. Prabowo punya hutang senilai Rp. 14.31 Triliun
          Viva.vo.id merilis pada 21 Juli 2011, perusahaan pengolahan kertas milik Prabowo Subianto, PT Kertas Nusantara sedang dililit hutang senilai Rp. 14.31 Triliun sehingga perusahaan tidak bisa menggaji para pegawainya [5]. Direktur Utama  PT Kertas Nusantara, Pola Winson membantah tuduhan yang menyebutkan perusahaan yang dipimpinnya memiliki hutang sebesar Rp.  14.31 Triliun dan menilai isu itu hanya untuk menjatuhkan nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
          Sejak 2002, Prabowo Subianto memiliki beberapa saham di perusahaan tersebut. PT. Kiani Kertas adalah nama lama perusahaan tersebut dimiliki oleh Bob Hasan lalu dibeli oleh Prabowo karena Bob Hasan tak mampu lagi mengelola perusahaannya sehingga perusahaan tersebut dililit hutang. Jika Prabowo punya hutang sebesar Rp. 14.31 Triliun maka pastilah KPU tak akan meloloskan namanya untuk mengikuti pencalonan presiden dan wakilnya pada 2009 dan 2014. [6]
5. Prabowo itu psikopat
          Mantan Kepala Badan Intelijen Negara ke-1 (9/8/2001-8/12/2004), AM Hendropriyono menuduh Prabowo sebagai sosok psikopat dalam acara diskusi bertajuk "Siapa Capres/Cawapres yang paling Potensial Melakukan Kampanye Hitam ?" di Posko Kawan Jokowi, Jakarta Selatan pada Selasa, 3 Juni 2014 [7]. Akibat dari tuduhannya, AM Hendropriyono dilaporkan ke kepolisian oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Flores, Sumba, Timor, dan Alor Institute (FLOBAMORA) pada Rabu, 4 Juni 2014 karena AM Hendropriyono melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP. Jika Prabowo adalah seorang psikopat pastilah para dokter KPU yang memeriksanya tak akan meloloskannya sebagai Capres mendampingi Hatta Rajasa dan ini bentuk penghinaan terhadap lembaga TNI dan POLRI. [8]
          AM Hendropriyono dan Mayjen Purnawirawan Muchdi Purwopradjono diduga terlibat dalam aksi pembunuhan seorang aktivis HAM, Munir pada 2004 dan terlibat dalam Tragedi Talangsari 1989 di Lampung. AM Hendropriyono bersama Mantan Panglima ABRI Wiranto (Ketua Partai Hanura), Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan, mantan Panglima TNI Fachrul Rozi, Sintong Panjaitan, Sumardi, Jenderal Purnawirawan Sutiyoso (Ketua Umum Partai PKPI), Bibit Samad Rianto, Letjen Purnawirawan Johny Lumintang, Mayjen Purnawirawan Muchdi Purwopradjono , Mayor Jenderal Purnawirawan Syamsir Siregar, Jenderal Purnawirawan Subagyo HS, Jenderal Purnawirawan Da'i Bachtiar medukung pasangan Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Cawapres Jusuf Kalla. [9]
Sebenarnya masih banyak fitnah-fitnah yang diberikan kepada Prabowo Subianto seiring semakin panasnya persaingan untuk memenangkan Pilpres 2014.
Sumber-sumber Referensi :
Mari kita dukung agar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli mendatang sukses tanpa gangguan.
menarik, bermanfaat

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Anda mengirim kritik, saran, atau pertanyaan ke :

* Nomor ponsel saya : 085716860717 dan 083824096980
*E-mail saya : Adiselamet01@gmail.com
*Akun facebook saya : Facebook.com/ayakinbisa

Syarat dan ketentuan berkomentar :
1. Dilarang menghina siapa pun
2. Dilarang berkomentar sampah. Contoh : Promosi produk
3. Jangan menggunakan link hidup
Maaf bila saya belum bisa membalas komentar atau mengunjungi situs Anda. Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di blog sederhana ini. Salam untuk Anda...