Monday, 30 June 2014

Pandangan Islam Tentang Malpraktek



Sumber Gambar : malpraktekindonesia.blogspot.com

          Adi-ingin-berbagi.blogspot.blogspot.com - Malpraktek adalah suatu kesalahan praktek yang dilakukan para petugas kesehatan (dokter, perawat dan sebagainya) terhadap pasien yang mengakibatkan dampak buruk bagi pasien sehingga pasien dapat meninggal atau cacat pada tubuhnya. Para petugas kesehatan dituntut untuk membantu pasien agar pasien sembuh dengan cara mengobatinya. Namun, seorang dokter yang paling profesional pun bisa melakukan kesalahan dalam mengobati pasiennya. Dalam berbagai berita disebutkan bahwa para petugas kesehatan dapat dituntut jeratan hukum akibat kesalahannya dalam mengobati pasien. Lalu bagaimana pandangan Islam tentang malpraktek ??? Mau Uang ?
          Tak ada agama yang paling sempurna, jelas dan aturannya yang membuat manusia aman dan sejahtera kecuali Islam. Orang yang mengobati seseorang maka ia harus mengetahui dan memiliki ilmu kedokteran karena menyembuhkan orang bukan perkara mudah. Sebagaimana Rasulullah صل الله عليه وسلم  bersabda,
من تطبب ولم يعلم منه طب قبل ذلك فهوضامن
Artinya :
"Siapa pun yang melakukan pengobatan dan dia tak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab" [HR. An Nasa'i, Abu Daud, Ibnu Majah dan yang lain, hadits hasan no. 54 dalam kitab Bahjah Bulub al Abrar]
       Jika seorang petugas kesehatan melakukan kesalahan karena tak mempunyai ilmu kedokteran maka sang petugas kesehatan tersebut harus menggganti rugi bagi sang pasien yang telah dirugikannya sebagai bentuk tanggung jawabnya.
Ibnu Qayyim al Jauziyah رحمه الله berkata, "Maka wajib mengganti rugi (bertanggung jawab) bagi dokter yang bodoh jika melakukan praktek kedokteran dan tak mengetahui/mempelajari ilmu kedokteran sebelumnya'' [Thibbun Nabawi hal. 88, al Maktab ats Tsaqafi, Kairo]
       Tugas menjadi seorang dokter atu perawat untuk mengobati penyakit bukan perkara mudah. Jika tak mempunyai ilmu kedokteran atau tak ahli di bidang kesehatan lalu tetap melakukan praktek dan terjadi kesalahan, maka dia berdosa dan harus bertanggung jawab.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa'di رحمه الله  berkata, "Tidak boleh bagi seseorang melakukan suatu praktek pekerjaan di mana ia tak mumpuni dalam hal tersebut. Demikian juga dengan praktek kedokteran dan lainnya. Barangsiapa yang lancang melanggar maka ia berdosa. Dan apa yang ditimbulkan dari perbuatannya berupa hilangnya nyawa dan kerusakan anggota tubuh atau sejenisnya maka ia harus bertanggung jawab" [Bahjah Qulubil Abrar hal. 155, Dar Kutub al Ilmiyah, Beirut, cetakan ke-1, 1423 H]
       Bila dokter atau petugas kesehatan melakukan kesalahan maka ia harus bertanggung jawab dengan membayar diyat (ganti rugi). Sebagaimana Al Khathabi رحمه الله  berkata, "Saya tak mengetahui adanya perselisihan dalam pengobatan apabila seseorang melakukan kesalahan, sehingga menimbulkan mudharat pada pasien, maka ia harus menanggung ganti rugi. Orang yang melakukan praktek (kedokteran) yang tak mengetahui ilmu dan terapannya maka ia adalah orang yang melampaui batas. Apabila terjadi kerusakan akibat perbuatannya, maka ia harus bertanggung jawab dengan mengganti diyat'' [Thibbun Nabawi hal. 88, al Maktab ats Tsaqafi, Kairo]
          Bila seorang dokter yang ahli mendapatkan izin dari sang pasien atau keluarga pasien lalu tak melakukan kesalahan dalam praktenya dan kemudian  terjadi kerusakan terhadap pasien maka sang dokter tak harus mengganti rugi karena ia telah melakukan praktek sesuai prosedur kesehatan. Meski tak harus bertanggung jawab tapi sang dokter yang telah mendapat izin dari pasien atau wali pasien tak boleh mempermainkan pengobatan pada sang pasien.
Sebagaimana Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa'di رحمه الله  berkata, "Dokter yang mahir, jika melakukan (praktek kedokteran) dan tak melakukan kesalahan, kemudian terjadi dalam prakteknya kerusakan/bahaya, maka ia tak harus mengganti rugi. Karena ia mendapat izin dari pasien atau wali pasien. Dan segala kerusakan yang timbul dalam perbuatan yang mendapat izin, maka tak harus mengganti rugi" [Bahjah Qulubil Abrar hal. 156, Dar Kutub al Ilmiyah, Beirut, cetakan ke-1, 1423 H]
Sebagaimana kaidah fiqhiyah :
ما ترتب عل المأذون فهو غير مضون واعكس بالعكس
Artinya :
"Apa pun (kerusakan) yang timbul dari sesuatu yang mendapat izin, maka tak harus mengganti rugi, dan kebalikannya" [Al Qawaidul Ushwul Jaami'ah hal. 21 Darul Wathan, Riyadh, cetakan ke-2, 1422 H]
5 pembagian praktek kedokteran menurut Ibnu Qayyim al jauziyah رحمه الله  :
1. Dokter yang mahir melakukan praktek sesuai standar dan tak melakukan kecerobohan
2. Dokter yang bodoh dan tak melakukan kesalahan
3. Dokter yang mahir dan mendapatkan izin kemudian melakukan kecerobohan
4. Dokter yang mahir berijtihad memberikan suatu resep obat kemudian ia salah dalam ijtihadnya
5. Dokter yang mahir melakukan pengobatan kepada anak kecil atau orang gila tanpa seizinnya tapi mendapat izin dari walinya
[Thibbun Nabawi hal. 88-90, al Maktab ats Tsaqafi, Kairo]
          Sebenarnya dokter yang melakukan kesalahan dalam prakteknya (malpraktek) bisa dihukum dan dimasukkan ke dalam penjara agar masyarakat tak melakukan hal serupa. Hal ini dalam Islam disebut Ta'zir yaitu hukuman yang ditetapkan oleh pemerintah walau pun tak ada dalam syariat atau tak dijelaskan dalam syariat.
          Seorang dokter atau petugas kesehatan harus mengetahui dan memiliki ilmu kedokteran agar sedikit mungkin tak melakukan kesalahan. Dan, dokter atau petugas kesehatan tak akan melakukan praktek kedokteran kecuali harus mendapat izin dari pasien atau wali pasien.
Sekian yang dapat saya tulis. Semoga bermanfaat dan maaf bila salah...

Sunday, 29 June 2014

Isra' dan Mi'raj



Sumber Gambar : umustlucky.blogspot.com

       Adi-ingin-berbagi.blogspot.com - Isra' adalah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم   bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Makkah Mukarrahmah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Allah Ta'ala berfirman,
سبحن الذى~ أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجداللأقصاالذى بركناحولهلنريه من ءايتنآج إنه هوالسميعالبصير
Artinya :
"Maha Suci Allah, Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke masjidil Aqsa yang Kami telah berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" [QS. Al Isra (17) : 1]
Sedangkan Mi'raj adalah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم   bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Aqsa di Palestina ke Sidratul Muntaha di langit ke-7. Allah Ta'ala berfirman,
والنجم إذا هوى (1) ماضل صاحبكم وماغوى (2) وماينطق عن الهوى (3) إن هوإلاوحى يوحى (4) علمه شديدالقوى (5) ذومرة فاستوى (6) وهوبالأفق الأعلى (7) ثم دنافتدلى (8) فكانقاب قوسن أوأدنى (9) فأوحى إلى عبده مآأوحى (10) ماكذب الفؤدمارأى (11) أفتمرونه على ما يرى (12) ولقدرءاه نزلة أخرى (13) عندسدة المنتهى (14) عندهاجنة المأوى (15) إذيغش السدرة ما يغش (16) مازاغ البصروماطغى (17) لقدرأى من ءايت ربه الكبرآ (18)
Artinya :
"Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tidaklah yang diucapkannya itu (al qur'an) menurut keinginannya. Tak lain (al Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (Malaikat Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai keteguhan, maka (Malaikat Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat (kepada Muhammad) untuk menyampaikan (wahyu), lalu bertambah dekat lagi. Sehingga jaraknya (sekitar) 2 busur panah atau lebih dekat (lagi).  Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya apa yang telah diwahyukan oleh Allah. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (Musyrikin Mekkah) hendak membantah tentang apa yang dilihatnya itu ?. Dan sungguh dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain. (Yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Malaikat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Panglihatannya tidak menyimpang dari apa yang dilihatnya itu dan tak (pula) melampauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar" [QS. An Najm (53) : 1-18]
Jadi, Isra' dan Mi'raj adalah perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Makkah Mukarramah lalu ke Masjidil Aqsa di Palestina sampai ke Sidratil Muntaha yang terjadi pada tanggal 27 Rajab. Sesungguhnya Allah tak diliputi 6 arah (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tak seperti makhluk-Nya yang selalu diliputi 6 arah. salah satu hasil dari peristiwa yang dialami Rasulullah صل الله عليه وسلم ini adalah kewajiban shalat 5 waktu yaitu Isya, Subuh, Dhuhur, Ashar, dan Maghrib.
Sekian artikel yang ditulis oleh saya dan semoga bermanfaat...

Friday, 20 June 2014

Benarkah Rasulullah Wafat Diracun ???




       Adi-ingin-berbagi.blogspot.com - Nabi Muhammad  صل الله عليه وسلم   adalah manusia terbaik sepanjang zaman. Beliau adalah rahmat bagi alam semesta. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,
ومآأرسلنك إلارحمة للعلمين
Artinya :
"Kami tak mengutusmu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta" [QS. Al Anbiya (21) : 107]
Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم   adalah suri tauladan yang baik. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,
لقد كان لكم ف رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجواالله وليوم الأخروذكرالله كثيرا
Artinya :
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" [QS. Al Ahzab (33) : 21]
          Meski Rasulullah  صل الله عليه وسلم   sebagai pemimpin terbaik sepanjang masa dan para tokoh dunia pun mengakuinya tapi masih ada orang-orang yang membenci Rasulullah  صل الله عليه وسلم   dengan berbagai tuduhan dan fitnah. Orang-orang yang membenci Rasulullah adalah kebanyakan orang-orang Kristen di seluruh dunia. Mereka pun menuduh Rasulullah wafat diracun berdasarkan hadits ini :
          Dikisahkan oleh Aisha, "Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mengatakan, "Wahai Aisha ! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang kumakan di Khaibar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu" [Hadits Sahih Bukhari Vol. 5, Book 59, Number 713]
Benarkah Rasulullah  صل الله عليه وسلم   wafat diracun ???
Baiklah, saya membantah tuduhan mereka dengan fakta-fakta sejarah :
1. Perang Khaibar terjadi pada tahun 628 Masehi (tahun ke-7 H) dan pada bulan Februari 629 Masehi atau bertepatan dengan Dzulhijjah 7 Hijriah, Rasulullah صل الله عليه وسلم  dan Umat Islam melaksanakan Umratul Qadha'
2. Pada tahun yang sama, Rasulullah صل الله عليه وسلم  menikah dengan Syafiyah binti Huyaiy bin Akhtab setelah Khaibar dapat ditaklukan
3. Pada Januari 630 Masehi (Ramadhan 8 Hijriah), Rsulullah صل الله عليه وسلم  masih sehat dan segar, beliau pula yang membuka Kota Mekah dan menghancurkan ratusan berhala yang ada di sekitar Ka'bah dalam peristiwa Fathul Makkah. Adakah orang yang diracun lalu datang ke Mekah dan menghancurkan ratusan berhala dalam keadaan sehat dan bugar ??? Tidak ada ! Ingat, dari Khaibar ke Madinah ditempuh dengan jarak ribuan meter dan dari Madinah ke Mekah bagaikan dari Bandung ke Surabaya. Jauh bukan ?? Apalagi di zaman beliau belum ada kendaraan seperti motor, mobil dan pesawat !
4. 4 tahun dari peristiwa Khaibar (Maret 632 Masehi/Dzulhijjah 10 Hijriah), Rasulullah صل الله عليه وسلم  masih hidup dan sehat, beliau melaksanakan Haji Wada' (Haji terakhir) bersama sekitar 114 ribu Muslim. Rasulullah pun menerima wahyu terakhir yaitu :
أليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم الإسلم دينا
Artinya :
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam itu menjadi agama bagimu" [QS. Al Maidah (5) : 3]
5. Pada Mei 632 Masehi (Safar 11 Hijriah), Rasulullah صل الله عليه وسلم  menyiapkan Pasukan Islam yang dipimpin oleh Usamah untuk pergi ke Negeri Syam. Menyiapkan pasukan pun harus mengeluarkan banyak tenaga !
6. Pada 7 Juni 632 Masehi (Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriah) atau bertepatan dengan hari kelahiran beliau, Rasulullah صل الله عليه وسلم jatuh sakit dan kemudian wafat setelah menerima wahyu terakhir sebagaimana yang ditulis oleh saya di atas. Catatan : Rasulullah dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal, 52 tahun sebelum Hijrah dan beliau wafat dalam usia 63 tahun tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal 11 tahun setelah Hijrah.
          Istri Rasulullah صل الله عليه وسلم  yang bernama Aisyah radhiyallahu'anha berkata bahwa ketika sakit Rasulullah صل الله عليه وسلم  bertambah berat, Rasulullah صل الله عليه وسلم meminta kepada semua istri beliau, supaya selama sakit, beliau diizinkan dirawat di rumahku dan mereka mengizinkannya. Lalu Rasulullahصل الله عليه وسلم  pergi ke rumah Aisyah radhiyallahu'anha dipapah oleh 2 orang laki-laki, sedangkan 2 kaki beliau tercecah menggaris tanah di antara kedua orang laki-laki itu, yaitu Abbas, paman beliau dan seorang lagi. Ubaidillah radhiyallahu'anhu berkata, "Cerita Aisyah radhiyallahu'anha itu kuceritakan kepada Abbas, lalu dia mengatakan kepadaku, tahukah Anda siapa laki-laki yang seorang lagi itu ?'' Jawabku, "Tidak !". Kata Abbas, "Dia adalah Ali". Selanjutnya Aisyah radhiyallahu'anha menceritakan juga bahwa setelah Rasulullah صل الله عليه وسلم  berada di rumahnya, sedangkan sakit Rasulullah bertambah keras juga, maka beliau bersabda, "Siramkanlah kepadaku 7 girbag air yang masih utuh, semoga aku segera dapat melaksanakan dakwah kepada orang banyak". Lalu Rasulullah صل الله عليه وسلم   didudukkan ke dalam sebuah bak mandi terbuat dari kuningan, kepunyaan Hafsyah radhiyallahu'anha, istri Rasulullah صل الله عليه وسلم , kemudian beliau disiram oleh kami dengan air yang diperintahkan Rasulullah صل الله عليه وسلم   sampai beliau memberi isyarat kepada kami, "Sudah cukup". Setelah itu beliau pergi ke Masjid menemui jama'ah" [HR. Bukhari nomer 135]
Keterangan :
1. Tokoh-tokoh dalam hadits di atas adalah Aisyah dan Hafsyah (2 istri Rasulullah), Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullah), Ubaidillah, dan Ali bin Abi Thalib (sepupu dan menantu Rasulullah). Semua tokoh dalam hadits di atas terkenal dengan kejujuran mereka dan mereka adalah keluarga Rasulullah. So, mereka tak akan mungkin berdusta, apalagi tentang Rasulullah صل الله عليه وسلم .
2. Hadits ini dinyatakan asli dan terbukti benar bahwa Rasulullah hanya sakit biasa, bukan diracun sebagaimana tuduhan orang-orang yang membenci Islam
3. Para ulama dan para ahli sejarah Islam membenarkan hadits tentang Rasulullah yang sedang sakit lalu dibawa oleh Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullah) dan Ali bin Abi Thalib (sepupu dan menantu Rasulullah) ke rumah Aisyah (istri Rasulullah) dan dimandikan ke sana dengan air yang ada di bak mandi milik Hafsyah (istri Rasulullah). Setelah dimandikan maka Rasulullah menemui jama'ah di Masjid.
          Ini bukti bahwa Rasulullah صل الله عليه وسلم diperintahkan untuk menyampaikan wahyu yang diterima oleh beliau dan beliau dijaga keamanan dan keselamatannya oleh Allah Ta'ala sebagaimana Allah Ta'ala berfirman,
يأيهاالرسول بلغ مآانزل إليك من ربك  طى  وأن لم تفعل فمابلغت رسالته ج والله يعصمك من الناس ج أن الله لا يهدى القوم الكفرين (67)
Artinya :
"Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika kamu tidak mengerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir" [QS. Al Maidah (5) : 67]
Lalu, bagaimana dengan hadits ini ???
Dikisahkan oleh Aisha, "Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mengatakan, "Wahai Aisha ! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang kumakan di Khaibar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu" [Hadits Sahih Bukhari Vol. 5, Book 59, Number 713]
Keterangan :
1. Hadits tersebut adalah palsu sebagaimana yang dinyatakan oleh para ulama
2. Ingat, 20 ribu hadits palsu tentang Rasulullah disebarkan ke seluruh negara-negara yang dihuni masyoritas Muslim seperti Indonesia dan hadits di atas adalah salah satu dari 20 ribu hadits palsu karena hadits tak bisa dijaga keasliannya tapi al Qur'an tetap terjaga kemurnian dan keasliannya
3. Orang-orang yang membenci Islam seperti para pendeta yang suka sekali menuduh Islam dengan membuat hadits-hadits palsu dan ayat-ayat al Qur'an dipalsukan seperti al Qur'an al Furqan al Haq yang dibuat oleh para sarjana teolog Kristen  asal Amerika Serikat
4. Meski orang-orang Kristen berusaha agar Umat Islam ragu terhadap Islam dan pindah agama tapi usaha mereka gagal dan bahkan Islam menjadi agama terbesar di dunia pada 13 Januari 2014 !!
          Jika mereka menuduh Rasulullah صل الله عليه وسلم wafat diracun dengan bukti hadits palsu, maka bagaimana dengan orang-orang Kristen yang dianggap sebagai orang-orang suci tapi mati mengenaskan ???
          Dalam buku Foxe's Book of Martyrs, John Foxe (protestan Inggris) mengisahkan orang-orang Kristen yang mati mengenaskan sebagaimana berikut :
1. Paulus dari Tarsus
          Ia adalah pembunuh orang-orang yang masih menganggap Yesus sebagai seorang Nabi dan tak menganggap Yesus sebagai Tuhan. Usahanya gagal, kemudian ia mengaku sebagai rasul dan menyatakan bahwa Yesus sebagai Tuhan. Ia terkenal sebagai orang pembohong sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab. Lalu, ia ditangkap di Yerussalem dan dimasukkan ke dalam penjara selama 2 tahun di Kota Roma [Kisah para Rasul 21 : 30], dan dimasukkan ke penjara di Kaisarea [Kisah para Rasul 23 : 23-24]. Setelah 2 tahun dibebaskan dari penjara, Paulus melakukan perjalanan ke Spanyol dan kembali ke Timur, dan dimasukkan ke penjara untuk ke-2 kali di Roma. Ia pun tewas dipenggal di luar tembok Roma pada tahun 67 Masehi di era pemerintahan Kaisar Nero. Sebelumnya ia mengklaim bahwa Kerajaan Tuhan akan datang tapi faktanya sampai sekarang, ucapannya tak terbukti dan orang-orang Yahudi pun tak pernah mau mengakuinya sebagai rasul utusan Yesus. Paulus sendiri bukan seorang murid yesus dan tak pernah melihat Yesus saat Yesus masih hidup
2. Matius disiksa dan dibunuh dengan sebuah pedang di Ethiopia. Ingat, Matius adalah penulis Injil Matius
3. Markus diseret dalam keadaan hidup di jalanan yang penuh batu hingga tewas. Ingat, Markus adalah penulis Injil Markus
4. Lukas digantung di Yunani. Ingat, Lukas adalah penulis Injil Lukas
5. Yohanes direbus dalam minyak goreng yang sangat panas di Roma. Ingat, Yohanes pun adalah penulis Injil Yohanes
          5 orang penyebar agama Kristen tersebut terkenal sebagai para pendusta sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab dan cerita-cerita mereka tentang Yesus pun saling bertentangan dan mereka pantas mati mengenaskan. "Saksi palsu tidak akan bebas dari hukuman dan yang menghembuskan kebohongan tidak akan terluput" [Amsal 19 : 5 MILT 2008] atau dinyatakan, "Saksi dusta tak akan luput dari hukuman, orang-orang yang menyemburkan kebohongan tak akan terhindar" [Amsal 19 : 5 TB + TSK 1974]. Satu ayat saja dalam Alkitab banyak versi :-D
          Sekian artikel yang ditulis oleh saya dengan tujuan membantah tuduhan mereka kepada Rasulullah صل الله عليه وسلم . Saya tidak peduli mereka percaya pada Islam atau tidak, bagi saya Islam adalah jalan hidup bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga bermanfaat dan maaf bila terdapat kesalahan dalam penulisan..
Mungkin Anda tertarik untuk membaca :
Sultan agung, Sang Sultan yang Teguh Pendirian