Saturday, 7 September 2013

Pendidikan, Bukan Formalitas


Jika pada waktu lalu saya telah posting tentang Dialog Hamba Allah dengan Bocah Badheg, maka saya akan mencoba menulis tentang pendidikan, selamat menikmati...
Setiap orang di seluruh dunia ingin mendapatkan pendidikan yang tinggi dan layak tanpa terkecuali. Tidak mengherankan bila dari tahun ke tahun jumlah peserta didik mengalami kenaikan cukup drastis baik yang lulus ataupun yang baru masuk sekolah. Banyak orang menginginkan menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri agar mendapatkan posisi jabatan tinggi dan menjanjikan dalam bekerja. Namun, tidak sedikit peserta didik yang menganggapnya sebagai formalitas, dengan kata lain pendidikan sebagai standar gengsi semata. Misalnya, diterima di sekolah atau di Perguruan Tinggi ternama menjadi kebanggaan tersendiri termasuk bagi orang tua peserta didik.
Bagi sebagian orang, pendidikan merupakan transfer imu dari tenaga pengajar (guru) ke peserta didik di bangku sekolah. Namun sangat disayangkan bila guru hanya menyebarkan ilmunya ke muridnya hanya sebagai tugas pendidik yang dibebankan kepadanya dan begitupun para siswa bila hanya menganggap ilmu yang didapat sebagai angin lalu atau sebagai syarat mendapatkan nilai. Maksudnya, ia akan belajar rajin bila menghadapi ujian semata tanpa memikirkan pentingnya imu yang ia pelajari di bangku sekolah.
Pendidikan sebagai jembatan untuk mencerdaskan bangsa seperti pada pembukaan UUD 1945 namun bagi sebagian orang, pendidikan adalah standar gengsi agar tidak dianggap remeh dan mendapatkan pujian semata.
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan meskipun tidak dimasukkan sebagai kebutuhan primer dalam buku-buku ekonomi namun dianggap sebagai kebutuhan yang paling penting selain kebutuhan akan papan, sandang dan pangan bagi sebagian orang sehingga bila tidak mendapatkannya mereka akan menyesal dan kecewa. Terlepas dari itu, pendidikan sebagai kebutuhan jauh lebih penting dari sekedar "nilai" yang terdapat pada buku raport, ijazah, SKHUN ataupun sertifikat yang hanya mengejar nilai semata. Lebih dari itu, pendidikan dianggap sebagai faktor berhasil tidaknya program pemerintah karena dengan pendidikan, negara bisa berkembang dan maju dalam memenangkan persaingan global yang kian ketat.
Pendidikan sebagai kebutuhan haruslah jauh diutamakan dari sekedar gengsi semata atau formalitas belaka. Karena dengan menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan berarti ikut andil dalam pembangunan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai tujuan negara dalam pembukaan UUD 1945. Bila kita mau saja menganggap pendidikan sebagai kebutuhan b ukan sebagai formalitas atau gengsi semata maka kita pasti serius mencari ilmu dan agar kita mendapatkan manfaatnya. Pendidikan tidak lain untuk mendapatkan ilmu yang mengantarkan kita menjadi sosok yang berguna, cerdas berkarakter, berbudaya, bermoral dan mendapatkan ridho dari-Nya melalui bangku sekolah, tempat kita menuntut ilmu.

Sekian yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat bagi semua...

Sumber gambar : http://www.tkangkasa2.net/?page_id=53

menarik, bermanfaat

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Anda mengirim kritik, saran, atau pertanyaan ke :

* Nomor ponsel saya : 085716860717 dan 083824096980
*E-mail saya : Adiselamet01@gmail.com
*Akun facebook saya : Facebook.com/ayakinbisa

Syarat dan ketentuan berkomentar :
1. Dilarang menghina siapa pun
2. Dilarang berkomentar sampah. Contoh : Promosi produk
3. Jangan menggunakan link hidup
Maaf bila saya belum bisa membalas komentar atau mengunjungi situs Anda. Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di blog sederhana ini. Salam untuk Anda...