Monday, 1 July 2013

Pengaruh Budaya Asing dan Hubungan Antar Bangsa

Sumber : http://aiz-cool.blogspot.com

Budaya asing adalah kebudayaan yang hidup dan dimiliki oleh masyarakat di luar Bangsa Indonesia. Selama ini kebudayaan asing sering dianggap sebagai kebudayaan yang datang dari masyarakat Barat yaitu bangsa-bangsa Eropa, Amerika, Australia serta dapat juga berasal dari Asia Timur seperti Jepang, Korea, Cina; Asia Barat (Timur Tengah) seperti Arab, Irak, Iran; Asia Selatan seperti India; serta dari Afrika dan lain-lain.
Budaya asing sering masuk dan memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat melalui barbagai proses antara lain difusi, akulturasi, asimilasi, dan penetrasi budaya.
1. Difusi
W.A Haviland menyatakan bahwa difusi adalah penyebaran kebiasaan atau adat istiadat dari suatu kebudayaan pada kebudayaan lain. Proses ini biasanya terjadi melalui teknik meniru atau imitasi karena meniru/imitasi lebih mudah daripada menciptakan sendiri, terutama tentang hal-hal baru.
2. Akulturasi
Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah suatu proses yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Menurut Soerjono Soekanto dalam kamus Sosiologi, akulturasi adalah sebagai proses pertemuan unsur-unsur dari pelbagai kebudayaan yang berbeda, yang diikuti dengan pencampuran unsur-unsur tersebut. Pendek kata, akulturasi adalah proses penyatuan yang terjadi antara kebudayaan asing dengan kebudayaan lokal tanpa hilangnya unsur-unsur dari kebudayaan lokal membentuk suatu unsur budaya yang baru. Contoh : gaya seni pada bangunan Masjid Demak di Jawa tengah terdapat unsur Arab, Jawa dan Hindu serta Masjid Merah Agung Cap Cita Rasa peninggalan Walisongo khususnya Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) kental dengan kebudayaan Cina yaitu piring-piring Cina pada tembok Masjid tersebut.
Sehubungan dengan adanya akulturasi budaya, masalah yang terkait dengan proses tersebut yakni unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang dapat mudah diterima atau ditolak, individu atau kelompok manakah yang mudah menerima masuknya unsur baru serta ketegangan-ketegangan apakah yang timbul akibat adanya akulturasi.
Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima, antara lain :
a. Unsur kebudayaan kebendaan, misalnya peralatan-peralatan yang sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat. Contoh alat transportasi
b. Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar, contoh alat elektronik dan mesin prabik
c. Unsur-unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat penerima. Contoh mesin penggiling padi dan traktor
Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima, antara lain :
a. Unsur-unsur masyarakat yang berkaitan dengan ideologi, keyakinan, kepercayaan/agama, falsafah hidup dan sebagainya
b. Umumnya golongan muda yang cepat menerima unsur kebudayaan asing. Contoh, para pemuda yang lebih suka berpakaian jas dan gaun pada acara formal daripada memakai sarung dan kebaya
c. Makanan pokok, misalnya nasi yang selalu dikonsumsi oleh rakyat Indonesia meskipun telah dijajah berabad-abad oleh Bangsa Barat yang makanan pokoknya adalah roti
d. Ketegangan yang terjadi akibat akulturasi antara lain berupa bentrokan kebudayaan
3. Asimilasi
Hal ini terjadi pada masyarakat yang berbeda kebudayaan dapat hidup berdampingan, sehingga anggota masyarakat tersebut dapat bergaul, akrab, saling berusaha mendekati dalam waktu yang lama untuk kemudian dapat menyatu.
Penyebab proses asimilasi dapat terjadi :
a. Golongan-golongan manusia yang berbeda kebudayaan
b. Saling kontak secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama
Faktor-faktor pendorong asimilasi :
a. Terdapat toleransi dan sikap saling menghormati antar kebudayaan
b. Simpati pada kebudayaan lain
c. Terdapat kemungkinan kebutuhan yang sama misalnya dalam bidang ekonomi
d. Perkawinan campuran
Faktor-faktor penghambat asimilasi :
a. Sifat takut terhadap kekuatan kebudayaan lain
b. Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan yang dihadapi
c. Perasaan diri lebih unggul daripada kebudayaan lain
Perbedaan akulturasi dengan asimilasi adalah pada akulturasi, setiap kebudayaan tidak hilang kepribadiannya sedangkan pada asimilasi, setiap kebudayaan hilang kepribadiannya.
4. Penetrasi kebudayaan
Masuknya pengaruh kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga menimbulkan perubahan kebudayaan secara besar-besaran dalam waktu relatif singkat disebut penetrasi kebudayaan. Proses ini berjalan melalui 2 cara yaitu :
a. Penetration Paci Fique (penetrasi kebudayaan dengan cara damai dan bersahabat). Contoh, masuknya pengaruh Islam dari Timur Tengah ke penjuru dunia termasuk Indonesia.
b. Penetration Violence (penetrasi kebudayaan dengan cara kekerasan dan penjajahan). Contoh, masuknya pengaruh Kristen dari Eropa ke penjuru dunia termasuk Indonesia.
Faktanya kontak antar individu ataupun kelompok yang berbeda kebudayaan, bangsa, negara, ataupun tingkat sosial tidak lepas dari keinginan manusia untuk saling mengenal satu sama lain sehingga suatu individu/kelompok/negara/bangsa yang berbeda tingkat sosial tidak bisa mengklaim sebagai makhuk yang paling mulia, unggul ataupun yang paling hebat daripada yang lainnya. Mengapa ???? Karena ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi indikator yang utama dan paling penting di antara semua indikator.
Allah Tabaroka wa Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" [QS. Al Hujurat (49): 13]
menarik, bermanfaat

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Anda mengirim kritik, saran, atau pertanyaan ke :

* Nomor ponsel saya : 085716860717 dan 083824096980
*E-mail saya : Adiselamet01@gmail.com
*Akun facebook saya : Facebook.com/ayakinbisa

Syarat dan ketentuan berkomentar :
1. Dilarang menghina siapa pun
2. Dilarang berkomentar sampah. Contoh : Promosi produk
3. Jangan menggunakan link hidup
Maaf bila saya belum bisa membalas komentar atau mengunjungi situs Anda. Terima kasih atas kunjungan atau komentar Anda di blog sederhana ini. Salam untuk Anda...