Social Icons

Thursday, 25 April 2013

MASA PEMERINTAHAN KEMAL PASHA DI TURKI



Pada tahun 1919-1923 terjadi revolusi Turki yang dipimpin oleh Kemal Pasha. Gerakan nasionalis Turki, yang merupakan leburan dari berbagai kelompok gerakan kemerdekaan di Turki, awalnya bertujuan mepertahankan kemerdekaan Turki dari rebutan negara-negara sekutu. Namun perkembangannya gerakan ini diarahkan untuk menentang sang Sultan. Kemal Pasya mendirikan negara Republik Turki  di atas puing-puing reruntuhan Negara Islam Turki Ustmani.
 
Ia memisahkan agama dengan kehidupan rakyat Turki, akibatnya Turki yang selama berabad-abad lamanya dipimpin oleh para khalifah yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi sebuah negara yang sekuler dan banyak rakyatnya yang jauh dari agama. Ia memutuskan hubungan negara Turki yang ia pimpin dengan sejarah negaranya agar Turki masuk ke peradaban Barat yang sekuler.
Berikut beberapa sepak terjang Kemal Pasha dan sekutunya dalam memerintah Turki :
1. 1 November 1922 Masehi
          Kemal Pasya memimpin Dewan Agung Nasional Turki menghapus dan membubarkan Negara Islam Turki Ustmani
2. 13 Oktober 1923 Masehi
          Ibukota Negara Turki dipindahkan dari Istanbul ke Angkara
3. 29 Oktober 1923 Masehi
          Kemal Pasya dipilih sebagai presiden setelah memproklamirkan terbentuknya Negara Republik Turki yang sekuler dan jauh dari nilai agama
4. Ia menghapus lembaga-lembaga syariah Islam
5. Ia menutup sekolah-sekolah Islam yang sudah berdiri pada abad ke-13 Masehi
6. Ia melakukan reformasi agama yang bertujuan memisahkan agama dari kehidupan politik negara dan mengakhiri kekuatan tokoh-tokoh Islam dalam masalah politik, sosial dan kehidupan rakyat Turki
7. Ia mengajukan pemikiran nasionalisme agama dan agama harus disesuaikan dengan sosial dan budaya masyarakat Turki
8. Ia memordenisasikan Islam dengan membentuk komite di fakultas Teologi di Universitas Istanbul
9. Ia memerintahkan untuk mengganti bentuk dan suasana masji-masjid seperti pada gereja di negara-negara Barat dan mewajibkan jama'ah memakai sepatu
10. Ia menggantikan Bahasa Arab menjadi Bahasa Turki, menyediakan alat musik di tempat shalat untuk "memperindah" bentuk shalat, mengubah teks khutbah dengan khutbah pemikiran agama berdasarkan filsafat Barat.
11. Pada 17 Februari 1926 Masehi dikeluarkan Undang-Undang Sipil dan diberlakukan pada 4 Oktober 1926 Masehi dengan isinya antara lain yaitu melarang poligami, menerapakan monogami, memberikan persamaan hak wanita dan laki-laki dalam memutuskan pernikahan dan perceraian, menghapus hukum waris dalam Islam dan memberi kebebasan pernikahan antar agama.
12. Pada tahun 1932 Masehi, ia mengganti pengucapan adzan ke dalam Bahasa Turki, meskipun ditentang mayoritas Muslim Turki. Hingga pada tahun 1950, adzan dapat dikumandangkan dengan Bahasa Arab lagi dan masji-masjid di Turki kembali normal
13. Westernisasi (pem-Barat-kan) dalam segala kehidupan rakyat Turki
14. Pada 1 Januari 1953 Masehi, rakyat Turki diharuskan memakai nama keluarga dan melarang pemakaian nama gelar yang biasa dipakai di zaman Negara Islam Turki Ustmani saat berkuasa dan menambahkan nama "Attaturk" sebagai nama keluarga
15. Pada 1935, Sistem penanggalan Hijriah Islam diganti Kalender Masehi dan menjadikan hari minggu sebagai hari libur yang sebelumnya pada hari Jum'at sebagai hari libur
16. Ia mengkritik pemakaian jilbab oleh para wanita Turki meskipun tidak ada undang-undang yang melarangnya
17. Ia memaksa rakyat Turki agar mematuhinya sebagai presiden dan menerima sistem pemerintahan parlemen sekuler dengan membentuk partai tunggal yang berkuasa penuh yaitu Partai Republik Rakyat dan tidak ada partai oposisi di saat ia berkuasa
18. Sekulerisasi dalam berbagai bidang kehidupan rakyat Turki khususnya di bidang agama menyebabkan rakyat Turki yang jauh dari agama (Na'udzubillahi mindzalik)

No comments:

 
Blogger Templates