Monday, 23 December 2013

Sultan Agung, Sang Sultan yang Teguh Pendirian




ألحمدالله, kita masih hidup sehingga kita dapat melakukan berbagai kegiatan yang semoga bermanfaat dan tak merugikan siapa pun... Dalam kesempatan ini, Adi ingin berbagi informasi tentang Sultan Agung, Sang Sultan yang Teguh Pendirian, silakan simak....
          Mas Jolang memerintah kesultanan dari tahun 1601 sampai  tahun 1613 dengan melanjutkan cita-cita ayahnya, Panembahan Senopati yang wafat pada 1601 Masehi. Ia harus menghadapi berbagai pemberontakan yang ingin memisahkan diri dari kekuasaan Kesultanan Mataram. Demak, Ponorogo, dan Gresik dapat ditaklukannya. Namun, beliau gugur di Krapyak saat menaklukan Surabaya sehingga beliau dijuluki Panembahan Seda ing Krapyak.
          Pengganti Mas Jolang adalah anaknya,  Raden Mas Jatmika atau yang terkenal dengan nama Raden Mas Ransang yang memerintah pada tahun 1613 dalam usia 20 tahun yang terkenal sebagai seorang sultan yang pandai memerintah sehingga beliau dijuluki Sultan Agung. Nama asli Sultan Agung adalah Adi Prabu Hanyokrokusumo yang lahir di Kutagede pada 1593 dan wafat pada 1645 di Karta (Plered, Bantul). Orang tuanya adalah Prabu Hanyakrawati (Mas Jolang) raja ke-2 dan Ratu Mas Adi Dyah Banawati, putri Pangeran Benawa, raja Pajang. Selama beliau memerintah, Kesultanan Mataram mencapai puncak keemasan dan menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan di Nusantara pada zamannya. Seluruh Pulau Jawa dapat dikuasai kecuali Kesultanan Banten yang beribukota di Kota Surosowan. Bahkan, pengaruhnya dapat tertanam di Sukadana (Kalimantan) pada 1622 dan di Palembang (Sumatera) pada 1636.
          Kehidupan ekonomi kesultanan ini berjalan cukup maju. Hasil buminya adalah beras yang  laku di pasaran dunia. Rakyatnya hidup makmur dan aman dan mampu membiayai perang, menaklukan daerah-daerah lain dan membangun armada yang kuat. Kehidupan sosial rakyat dan pemerintahan dipengaruhi oleh Agama Islam dan Budaya Islam. Para sultan dikenal sebagai pemeluk Islam yang taat. Tak heran, penguasa Kota Suci Mekah memberikan gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram pada Sultan Agung. Di zaman pemerintahannya, beliau menciptakan Kalender Jawa sebagai upaya menersatukan Rakyat Mataram dan sampai detik ini, Kalender Jawa ini masih dipakai oleh penduduk Jawa.
          Benarlah firman Allah bahwa penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pasti Allah akan melimpahkan berkah yang tak terkira dari langit dan bumi. Sebagaimana firman-Nya, "Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi" [QS. Al A'araf (7) : 96].
Gelar-gelar beliau :
1. Gelar Panembahan Hanyakratakusuma atau Prabu Pandita Hanyakrakusuma yang dipakai pada awal pemerintahannya
2. Gelar Susuhunan Agung Hanyakratakusuma atau disingkat Sunan Agung Hanyakratakusuma setelah berhasil menaklukan Madura (1624)
3.  Gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram yang diberikan oleh Penguasa Kota Mekah pada 1641
          Pada tahun 1614 VOC (saat itu bermarkas di Ambon) mengajak Sultan Agung untuk bekerjasama namun ditolak mentah-mentah. VOC merebut Jayajarta (sekarang Jakarta) pada 1619 dan mengganti namanya menjadi Batavia. Meski Sultan Agung sangat membenci penjajahan, beliau mengutus duta bernama Kyai Rangga, Bupati Tegal pada April 1627 dengan sayarat-syarat yang diberikan oleh Kesultanan Mataram. Namun, tawaran peradamaian itu ditolak oleh Belanda sehingga beliau menyatakan perang. Ribuan pasukan Kesultanan Mataram menyerang VOC di Batavia (Nama Jakarta ala Belanda) sebanyak 2 kali yaitu pada 27 Agustus 1628 dan Mei-Juni 1629.
          Serangan pertama , Tumenggung Bahureksa, Bupati Kendal dan pasukan ke-2 tiba pada Oktober 1628 yang dipimpin oleh Pangeran Mandurareja (cucu Ki Juru Martani) dengan total semua pasukan adalah 14 ribu orang terjadi di Benteng Holandia. Namun, serangan ini gagal karena kurang perbekalan. Serang kedua, pasukan pertama dipimpin oleh Adipati Ukur yang berangkat pada Mei 1629 dan pasukan kedua dipimpin oleh Adipati Juminah yang berangkat pada Juni 1629. Seluruh pasukan berjumlah 14 ribu orang. Kesultanan Mataram mendirikan lumbung-lumbung beras di Karawang dan Cirebon. Namun, VOC berhasil menggagalkannya. Serangan ini mampu membendung Sungai Ciliwung dan mengakibatkan penyakit kolera yang melanda Batavia. Gubernur Jenderal VOC, J.P. Coen matikarena wabah ini. Beliau terkenal sebagai Sultan Islam yang mempunyai  keteguhan hati dan bertakwa, beliau tetap ingin mengusir VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie)  dari Batavia.
          Namun, sebelum cita-citanya terkabul, Sultan Agung wafat pada 1645 Masehi dan dimakamkan di Imogiri. Setelah Sultan Agung wafat, campur tangan asing terus masuk ke tubuh pemerintahan kesultanan yang dapat mengakibatkan perpecahan wilayah kekuasaan. Hal ini disebabkan juga karena para penguasa pengganti beliau tidak mampu mempertahankan kedaulatan Kesultanan Mataram dan juga para pihak kerajaan saling memperebutkan kekuasaan hingga daerah-daerah kekuasaan Kesultanan Mataram melepaskan diri dan menjadi daerah jajahan Belanda.
          Atas jasa-jasanya sebagai pejuang dan budayawan, Sultan Agung ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan S.K.Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975. Sekian yang dapat saya tulis dan semoga bermanfaat......
Mungkin Anda tertarik untuk membaca artikel tentang 7 Tips Mengajarkan Al Qur'an Pada Anak

7 Tips Mengajarkan Al Qur'an pada Anak




ألحمدالله, kita masih hidup sehingga kita dapat melakukan berbagai kegiatan yang semoga bermanfaat dan tak merugikan siapa pun... Dalam kesempatan ini, Adi ingin berbagi informasi tentang 7 Tips Mengajarkan Al Qur'an pada Anak, silakan simak....
Al Qur'an adalah wahyu yang difirmankan oleh Allah Ta'ala kepada Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم  melalui Malaikat Jibril. Al Qur'an adalah Kitab Suci yang terjaga keasliannya dan terjamin kebenarannya. Hendaklan Anda sebagai orang tua atau siapa saja untuk mengajarkan Al Qur'an kepada anak dengan pemahaman yang benar dan ucapan yang santun. Allah Ta'ala berfirman,
ولقد يسرنا القرءان للذكر فهل من مدكر
Artinya :
"Dan sesungguhnya Kami telah memudahkan Al Qur'an sebagai pelajaran maka adakah orang yang ingin mengambil pelajaran ?" [QS. Al Qomar (54) : 17, 22, 32 dan 40]
Allah Ta'ala berfirman,
كذلك أرسلنك فى أمة قد خلت من قبلهآأممم لتتلواعليهم  الذى أوحينآإليك وهم يكفرون بالرحمن‘قل هوربى لآإله إلاهوعليه توكلت وإليه متاب
Artinya :
"Demikianlah, Kami telah mengutusmu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakannya kepada mereka (Al Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah, "Dia Tuhanku tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia dan hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat"[QS. Ar Ra'd (13) : 30]
عن عثما ن بن عفا ن رضي الله عنه عن النبي صل الله عليه وسلم قا ل : خير كم من تعلم القرآن وعلمه
Artinya :
Dari Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu, dari Rasulullah صل الله عليه وسلم  bersabda, "Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya" [HR. Bukhari no. 5027]
Inilah 7 tips mengajarkan Al Qur'an pada anak :
1. Ingatkan kepada anak agar memusatkan perhatiannya terhadap ayat yang akan dibacakan sebelum mulai membaca surat dengan perkataan ringan dan motivasi
Hal ini bertujuan agar menyimak setiap huruf dan mengucapkannya secara benar dan agar  anak menjadi serius, tenang dan menghormati bacaan Al Qur'an, mengetahui maknanya  dan juga agar anak semagat  belajar Al Qur'an
2. Perkenalkan kepada anak tentang tanda-tanda waqaf, idgham, sukun, dan sebagainya termasuk makhraj (tempat keluarnya huruf dari mulut dan tenggorokan)
3. Mintalah agar anak membaca surat sepotong dulu dan mengulanginya dan simak bacaan anak dan memperbaiki kesalahan-kesalahan bacaan anak karena bila membiarkan kesalahan pada bacaan anak maka berakibat akan dibawa hingga dewasa oleh sang anak
Allah Ta'ala berfirman,
...وأنلنآإليك الذكرلتبين للناس مانزل إليهم ولعلهم يتفكرون
Artinya :
"Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya" [QS. An Nahl (16) : 44]
4. Hendaklah diskusikan makna surat yang dibaca oleh anak dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang ringan agar kita tahu bahwa anak mengetahui maknanya
Allah Ta'ala berfirman,
ومآأنزلنا عليك اكتب إلا لتبين لهم الذى اختلفوافيه‘ وهدى ورحمة لقوم يؤمنون
Artinya :
"Dan Kami tak menurunkan kepadamu alkitab (Al Qur'an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman' [QS. An nahl (16) : 64]
5. Tanamkan kepada anak bahwa belajar Al Qur'an adalah ibadah dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi
6. Targetlah agar dalam waktu kapan anak dapat membaca Al Qur'an dengan lancar dan mengetahui maknanya.
7. Berilah pemahaman kepada anak dengan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami oleh sang anak sesuai kemampuannya
Hendaklah agar Anda berdoa kepada Allah Ta'ala supaya diberi kemudahan, keteguhan hati dan kesabaran dalam mengajari anak. Ingat, sayangilah anak dengan mengajarkan Al Qur'an kepada mereka. Sekian yang dapat saya tulis dan semoga bermanfaat...

11 Ciri-Ciri Khas Dalam Al Qur'an




ألحمدالله, kita masih hidup sehingga kita dapat melakukan berbagai kegiatan yang semoga bermanfaat dan tak merugikan siapa pun... Dalam kesempatan ini, Adi ingin berbagi informasi tentang 11 Ciri-Ciri Khas Dalam Al Qur'an, silakan simak....
          Al Qur'an adalah wahyu dari Tuhan Semesta Alam kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril yang mengajarkan untuk mengesakan Tuhan dan lain-lain termasuk mengajarkan kebaikan terhadap siapa pun.
Allah Ta'ala berfirman,
...وأنلنآإليك الذكرلتبين للناس مانزل إليهم ولعلهم يتفكرون
Artinya :
"Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya" [QS. An Nahl (16) : 44]
Allah Ta'ala berfirman,
ولقد يسرنا القرءان للذكر فهل من مدكر
Artinya :
"Dan sesungguhnya Kami telah memudahkan Al Qur'an sebagai pelajaran maka adakah orang yang ingin mengambil pelajaran ?" [QS. Al Qomar (54) : 17, 22, 32 dan 40]
Allah Ta'ala berfirman,
كذلك أرسلنك فى أمة قد خلت من قبلهآأممم لتتلواعليهم  الذى أوحينآإليك وهم يكفرون بالرحمن‘قل هوربى لآإله إلاهوعليه توكلت وإليه متاب
Artinya :
"Demikianlah, Kami telah mengutusmu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakannya kepada mereka (Al Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah, "Dia Tuhanku tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia dan hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat"[QS. Ar Ra'd (13) : 30]

1. Al Qur'an menggunakan Bahasa Arab yang tak hanya menulis huruf dari kanan ke kiri tapi juga menulis numeriknya dari kiri ke kanan
2. Al Qur'an mengatur penulisan teksnya berdasarkan perintah langsung dari Allah Ta'ala kepada Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم  
3. Al Qur'an menggunakan kata ganti untuk Diri Allah seperti Aku, Kami dan Dia tapi bukan berarti Allah itu banyak
4. Al Qur'an menggunakan gramatika bahasa
Dalam struktur kata atau ayatnya tak hanya bisa merujuk pada makna kata atau makna ayat sebelumnya tapi juga bisa merujuk pada makna kata atau makna ayat sesudahnya
5. Al Qur'an menyampaikan pesan Tauhid sebagai pesan intinya dengan menggunakan pendekatan deskriptif tapi juga pendekatan matematis dalam struktur bangunan ayat dan suratnya
6. Al Qur'an menyampaikan keseluruhan deskrisi kandungan isinya dalam 114 surat dan menyampaikan deskripsi keseluruhan isinya dalam kapsulasi 1 surat
7. Dalam menguraikan pesan Tauhid, Al Qur'an menggunakan 323671 huruf dan kondensasi 1 huruf
8. Al Qur'an tak hanya dapat dibaca dan dipahami makna ajaran yang dikandungnya tapi juga dapat dihafal keseluruhan teksnya yang terdiri dari 114 surat dicetak sekitar 700 halaman
9. Al Qur'an tak hanya dapat dilombakan dalam penguasaan kandungan maknanya tapi juga dalam penguasaan keindahan nada bacaannya
10. Bila Al Qur'an dipelajari dengan niat yang tulus dan jujur maka akan memperoleh pemahaman tentang makna pesan-pesan yang dikandungnya dan mendapatkan hidayah keimanan sehingga menjadi Muslim setelah memahaminya
11. Al Qur'an tak hanya memerintahkan manusia untuk berpikir tentang keseluruhan sistem kehidupan ciptaan-Nya tapi juga memberikan contoh pendekatan sistem dalam menguraikan detail pesan-pesannya
          Banyak orang-orang bukan Muslim mempelajari Al Qur'an bukan untuk mencari kebenarannya tapi untuk mencari kelemahannya. Karena keterbatasan ilmu, niat yang jahat dan pikirannya yang kotor maka mereka memahami ayat-ayat Al Qur'an secara dangkal dan hasil dari penelitian mereka yang salah, mereka sebarkan dan dianggap sebagai kebenaran oleh para pendeta yang ingin mengeluarkan Muslim dari Islam dan ingin menunjukkan bahwa Al Qur'an bukan firman Tuhan Yang Maha Esa. Namun, tak sedikit orang-orang yang ingin mencari kelemahan dan kejelekan Islam melalui Al Qur'an justru menjadi Muslim Sejati dan membuktikan Al Qur'an sebagai wahyu Ilahi.
          Meskipun Al Qur'an terbukti benar dan firman dari Allah Ta'ala tapi banyak orang-orang yang masih tak percaya bahwa Al Qur'an adalah wahyu dari Allah Ta'ala dan menganggap Al Qur'an buatan manusia. Mereka adalah binatang berwujud manusia karena tak menggunakan ilmu, akal dan hati mereka untuk menerima kebenaran meski mereka berpendidikan tinggi. Saya tak memaksa siapa pun untuk membuat orang untuk mengakui Al Qur'an sebagai kebenaran dari Tuhan Yang Maha Esa tapi gunakanlah akal Anda yang cerdas untuk menerima kebenaran. Sekian yang dapat saya tulis dan mohon maaf bila ada kesalahan...

Cara Muslim Menghormati Non Muslim


http://adi-ingin-berbagi.blogspot.com/ - Dalam kehidupan, kita sering menemukan berbagai perbedaan. Perbedaan-perbedaan itu seperti agama, suku, bangsa, bahasa, negara, kelompok dan sebagainya di seluruh dunia. Di Indonesia misalnya, ada ratusan suku dan bahasa daerah, belasan ribu pulau, 6 agama besar yang dianut, dan lainnya yang membuat Indonesia menjadi negara paling majemuk di dunia. Islam yang mayoritas dipeluk di Indonesia menjadikan Umat Islam di Indonesia sebagai Umat Islam terbanyak di dunia. Meski demikian, Umat Islam di Indonesia sangat toleran dan menghargai setiap agama lain dan para pemeluknya. Contoh, Indonesia mengakui 6 agama sebagai agama-agama resmi tapi bukan berarti agama atau kepercayaan lainnya tak dianggap. Tak hanya Umat Islam yang dapat berlibur untuk merayakan Hari Raya Islam tapi juga perayaan agama Non Islam dijadikan hari libur nasional. Hal ini tak Anda temukan di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang mayoritas Kristen menjadikan hari libur nasional untuk memperingati Hari Raya Islam.

Misalnya, Negara Perancis yang mengaku menjunjung tinggi HAM tapi melarang wanita-wanita Muslim untuk berjilbab. Negara Angola yang menghancurkan masjid-masjid dan mempersulit Umat Islam untuk beribadah. Negara Cina yang melakukan diskriminasi kepada Muslim Uighur. Pemerintah Myanmar yang didukung para pendeta Budha membantai Umat Islam dari etnis Rohingya. Denmark yang membiarkan orang-orang Kristen untuk menghina Islam melalui gambar-gambar aneh yang mereka buat. Dan terakhir misalnya, Amerika Serikat yang membantai jutaan warga Muslim Irak dan Afghanistan dengan alasan perang melawan "teroris". Semua negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang mayoritas Kristen mempersulit Umat Islam untuk beribadah meski negara-negara tersebut mengaku menjunjung tinggi HAM dan toleransi.

Mungkin, mereka menganggap Islam sebagai agama yang tak toleran. Ya, mereka menganggap itu karena mereka hanya melihat orang-orang Islam yang melakukan kejahatan sehingga mereka menuduh negatif pada Islam dan mereka tak mengetahui Islam dengan jelas kecuali mendengarkan perkataan para tokoh yang mengidap Islamphobia.

Islam mengakui semua perbedaan dan perbedaan itu bukan sebagai jalan untuk saling menghancurkan.

Allah Ta'ala berfirman,
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" [QS. Al Hujurat (49) : 13]

Pertanyaannya, benarkah Islam tak toleran ? Benarkah Umat Islam tak menghargai ? Kami telah menjawab pertanyaan ini melalui beberapa contoh fakta di di dunia. Tapi bila belum jelas, biarkanlah kami menjelaskannya...

Allah Ta'ala berfirman,
Katakanlah, "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) pada suatu kalimat (ketetapan) yang tak ada perselisihan antara kami dan kalian bahwa kita tak menyembah kecuali kepada Allah dan kita tak persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)" [QS. Ali Imran (3) : 64]

Ahli Kitab adalah orang-orang Nasrani dan Yahudi. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam pernah mencantumkan ayat di atas pada surat beliau kepada Raja Heraklius (berkuasa pada 5 Oktober 610-11 Februari 641 Masehi) agar Raja Kerajaan Romawi Timur masuk Islam. Meski fakta sejarah menyatakan bahwa Raja Heraklius lebih memilih kedudukan sebagai raja daripada masuk Islam.

Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah salah seorang dari umat ini, baik dia seorang Yahudi atau pun seorang Nasrani mendengar tentang aku, kemudian mati dalam keadaan tak mengimani Islam yang aku diutus dengannya, melainkan orang itu akan menjadi penghuni neraka" [Sahih Muslim Juz 1/93]

Allah Ta'ala memerintahkan kepada Umat Islam agar berdakwah dengan hikmah, pelajaran yang baik dan membantah mereka dengan cara yang baik. Berdasarkan firman-Nya, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia Yang Lebih Mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" [QS. An Nahl (16) : 125]

Meskipun Umat Islam diperintahkan untuk berdakwah tapi dilarang keras untuk memaksa Non Muslim untuk masuk Islam. Allah Ta'ala berfirman,
"Tak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dengan jalan yan
g sesat. Barang siapa ingkar pada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" [QS. Al Baqarah (2) : 256]

Islam mengajarkan agar berbuat adil dan baik kepada mereka dalam hal kewajaran bukan untuk mengikuti perayaan Non Muslim. Allah Ta'ala berfirman, "Allah tak melarang kamu untuk berbuat adil dan berlaku adil kepada orang-orang yang tak memerangimu karena agama dan tak mengusirmu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil" [QS. Al Mumtahanah (60) : 8]

Dalam masalah akidah harus tegas dan khusus. Maksudnya, seorang Muslim tak bisa mengucapkan atau pun merayakan perayaan Non Muslim, begitu pun dengan Non Muslim. Misal, Anda menganggap Yesus sebagai Tuhan pasti tak akan ikut shalat sebagaimana yang Muslim lakukan. Dan Muslim yang hanya menyembah Allah Ta'ala tak akan merayakan Natal bersama Anda karena keyakinan kita beda tapi kita harus saling menghormati.

Allah Ta'ala berfirman,
Katakanlah, "Hai orang-orang Kafir (1). Aku tak akan menyembah apa yang kamu sembah (2). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah (3). Dan aku tak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah (4). Dan kamu tak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah (5). Bagimu agamamu dan bagiku agamaku" [QS. Al Kafirun (109) : 1-6]

6 ayat di atas jelas mengakui bahwa di antara kita memang berbeda agama tapi kita harus saling menghormati.

Islam pun melarang Umat Islam untuk menghina agama, tuhan atau perayaan Non Muslim. Artinya ini bukti bahwa Islam sangat menghargai dan menghor
mati para pemeluk agama yang bukan Islam. Allah Ta'ala berfirman,
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami menjadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan mereka, mereka kembali. Lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan" [QS. Al An'am (6) : 108]

Sejarah membuktikan bahwa pada awal kehidupannya di Madinah, Rasulullah melakukan langkah pertama yaitu menyatukan masyarakat di Madinah dan di sekitarnya meski berbeda agama, suku, kelompok dan lainnya. Maka lahirlah Piagam Madinah, piagam perjanjian tertua di dunia yang meletakkan dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat majemuk. Dalam Piagam Madinah tersebut diatur hubungan antara sesama anggota Komunitas Islam dengan komunitas-komunitas lainnya, antara lain :
=> Saling membantu dalam pengamanan wilayah Madinah
=> Membela warga yang teraniaya
=> Menghormati kebebasan beragama dan beribadah
=> Menjaga hubungan bertetangga yang baik
=> Mengadakan musyawarah apabila terjadi sesuatu di antara mereka

Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar Ash Shidiq dan para sahabat radhiyallahu'anhum lainnya wafat. Dan Umar bin Khattab radhiyallahu'anhum menjadi seorang Khalifah, ia langsung mengirimkan perintah kepada Pasukan Islam yang telah menguasai Yerussalem tanpa tumpahan darah agar memberikan jaminan keamanan kepada penduduk dan tempat ibadah mereka, jangan mengganggu dan merusak gereja-gereja dan salib-salib mereka dan jangan mengganggu atau mengambil fasilitas milik mereka. Maka tak heran bila para pendeta dan Umat Kristen di Yerussalem menyambut baik kedatangan Islam.

Perbedaan bukan untuk berpecah belah tapi bukti bahwa dunia ini sangat beragam dan berwarna yang diciptakan oleh Allah Ta'ala...

Sekian yang dapat saya tulis. Semoga bermanfaat dan maaf bila salah